Halaman

Selasa, 12 Mei 2009

KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN

A.Definisi Kepemimpinan
1.Kepemimpinan adalah sebuah focus dari proses – proses kelompok ( Cooley, 1902 )
2.Kepemimpinan adalah suatu bakat kepribadian juga dianggap menarik ( Bingham, 1927 )
3.Kepemimpinan merupakan bentuk ketaatan ( Alport, 1942 )
4.Kepemimpinan adalah suatu tumbuhan / perilaku ( Fiedler, 1967 )
5.pemimpin adalah alat untuk pencapaian ( Catell, 1951 )
B.Karakteristik Kepemimpinan
Hellriegel dan Slocum ( 1993 ) menekankan keterampilan kepemimpinan inti sebagai berikut :
1.Pemberdayan
Melalui pemberdayaan, pemimpin memberikan orang lain rasa pencapaian , kepemilikan dan harga diri. Satu cara pemimpin perawat dapat memberdayakan staf adalah mendiskusikan dengan mereka ide – ide tentang memberikan perawatan klien.
2.Intuisi
Intuisi meliputi memiliki rasa terhadap lingkungan dan kebutuhan serta keinginan yang dimiliki oleh orang lain.
Pemimpin keperawatan yang efektif meningkatkan intuisi mereka agar sesuai dengan kebutuhan klien dan staf.
3.Pemahaman Diri
Mencakup suatu kemampuan untuk menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Membangun kekuatan diri dan mengoreksi / memperbaiki kekurangan penting dilakukan agar kepemimpinan efektif.
4.Visi
Kepemimpinan visioner tidak berarti secara konsisten membayangkan tujuan baru dan orisinil.
Visi dapat semata – mata menyatukan caring dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan pegawai dan klien
5.Kongruensi Nilai
Adalah kemampuan untuk memahami dan menerima misi serta tujuan organisasi dan nilai pegawai serta untuk mendamaikannya.
Pemimpin yang efektif selalu menunjukan :
a.Pencapaian dan ambisi
b.Kemampuan untuk belajar dari kesalahan
c.Dedikasi tinggi terhadap pekerjaan
d.Analisis dan keterampilan memecahkan masalah yang baik
e.Tingkat keterampilan manusia yang tinggi
f.Inovasi tingkat tinggi
C.Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan didefinisikan sebagai kombinasi yang berbeda dari perilaku tugas dan hubungan yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain untuk menyelesaikan tujuan. ( Huber, 2000 )
Beberapa gaya kepemimpinan antara lain :
1.Kepemimpinan Kharismatik
Dicirikan dengan suatu hubungan emosional antara pemimpin dan anggota kelompok yang pemimpinnya “ menginspirasi orang lain dengan mendapatkan komitmen emosional daripengikut dan dengan membangkitkan rasa setia dan antusiasme yang kuat “ . ( Marriner – Torney, 2000 )
2.Kepemimpinan Otoriter ( Direktif / Otokratif )
Pemimpin membuat keputusan untuk kelompok sehingga kelompok tidak mampu membuat keputusannya sendiri. Pemimpin menentukan kebijakan, memberikan perintah dan arahan kepada anggota kelompoknya.
3.Kepemimpinan Demokratis ( Partisipatif )
Pemimpin bertindak sebagai katalisator / fasilitator secara aktif memandu kelompok kearah pencapaian tujuan kelompok. Kepemimpinan demokratis dilandaskan pada prinsip sebagai berikut ( Tappen, 2001 ) :
a.Setiap anggota kelompok harus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
b.Kebebasan keyakinan dan tindakan diperbolehkan dalam batasan yang masuk akal yang ditetapkan oleh masyarakat dan kelompok.
c.Tiap individu bertanggungjawab terhadap diri mereka sendiri dan kesejahteraan kelompok.
d.Harus ada perhatian dan pertimbangan untuk setiap anggota kelompok sebagai indibidu yang unik.
4.Kepemimpinan Laissez – Faire
Digambarkan sebagai pemimpin yang tidak aktif, pasif yang sedikit memberikan perintah, pertanyaan, anjuran / kritikan ( Tappen, 2001 ). Anggota kelompok dapat bertindak mandiri dan menderita akibat kurangnya kerja sama / koordinasi.
5.Kepemimpinan Situasional
Tingkat pengarahan dan dukungan bervariasi, bergantung pada tingkat kematangan pegawai / kelompok. Pemimpin menerapkan satu dari 4 gaya ( Hellriegel, Jackson dan Slocun )
a.Directive
Gaya kepemimpinannya dicirikan dengan pemberian intruksi yang jelas dan arahan spesifik untuk pegawai yang tidak matang.
b.Coaching
Gaya kepemimpinannya dicirikan dengan pengembangan komunikasi dua arah dan membantu pekerja yang menuju kematangan, membangun rasa percaya diri dan motivasi.
c.Supporting
Gaya kepemimpinannya dicirikan dengan komunikasi aktif dua arah dan mndukung upaya pekerja yang matang untuk menggunakan bakat mereka.
d.Delegating
Gaya kepemimpinan tanpa intervensi ( hands off ) ketika pegawai yang sudah sangat matang diberikan tanggungjawab untuk melaksanakan rencana dan membuat keputusan.
6.Kepemimpinan Transaksional
Menunjukan manajer tradisional yang berfokus pada tugas dari hari ke hari dalam mencapai tujuan organisasi. Pemimpinnya memahami dan memenuhi kebutuhan kelompok.
7.Kepemimpinan Transformasional
Mempertimbangkan kembali karakteristik manajer – pemimpin, menekankan kembali visi yang dibagi manajer pemimpin dengan kelompok dan menekankan pentingnya mempersiapkan orang untuk berubah ( Tappen, 2001 ) .
Ciri – cirri kepemimpinan transformasional :
a. Kharisma
Pemimpin kharismatik sangat dihargai dan dipandang dengan penuh rasa hormat, dedikasi dan kekaguman.
b. Motivasi Inspirasional
Pemimpin bernagi visi dengan staf yang menarik emosi dan cita – cita mereka.
c. Stimulasi Intelektual
Pemimpin menstimulasi pengikut untuk mempertanyakan status quo untuk mempertanyakan secara kritis mengenai apa yang mereka lakukan dan mengapa.
d. Contingent Reward
Pemimpin menyadari tujuan yang disepakati bersama dan memberikan penghargaan pada pencapaian pegawai.
6 faktor dalam kepemimpinan transformasional :
1) Menguasai perubahan
2) Berpikir system
3) Visi bersama
4) Perbaikan kualitas continue
5) Kemampuan untuk mendefinisikan
6) Komitmen untukmelayani public
8. Caring Laedership
Adalah suatu konsep yang merupakan perluasan dari kepemimpinan transformasional. Istilah caring leadership diperkenalkan pada tahun 1991 oleh Fortune 500 executive yang menyatakan “ manajemen yang baik sebagian besar adalah urusan cinta “.

Perbandingan Gaya Kepemimpinan
FAKTOR OTORITAS DEMOKRATIS LAISEZ - FAIRE
Derajat kebebasan


Derajat Kontrol

Pengambilan keputusan

Tingkat aktifitas pemimpin
Penanggungjawab


Hasil dari kelompok

Efisiensi Sedikit kebebasan

Kontrol tinggi

Oleh pemimpin


Tinggi

Terutama oleh pemimpin

Kuantitas tinggi, kualitas bagus

Sangat efisien

Kebebasan sedang


Kontrol sedang

Pemimpin dan kelompok bersama

Tinggi

Berbagi


Kreatif, kualitas tinggi

Kurang efisien dari pada otoriter Kebebasan lebih banyak

Tak ada control

Oleh kelompok / tidak oleh siapapun

Minimal

Tak ada yang bertanggungjawab

Variable, mungkin kualitas buruk

Tidak efisien

D.Karakteristik Pemimpin yang Efektif
1.Menggunakan gaya kepemimpinan yang lazim digunakan.
2.Menggunakan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan tugas dan anggota.
3.Mengkaji pengaruh perilaku mereka terhadap orang lain dan pengaruh perilaku orang lain terhadap diri mereka.
4.Sensitif terhadap dorongan yang mendukung dan menentang perubahan.
5.Mengekspresikan pandangan yang optimistic mengenal sifat.
6.Energetik
7.Terbuka dan mendorong keterbukaan, sehingga isu yang sesungguhnya dapat dihadapi.
8.Memfasilitasi hubungan personal
9.Merencanakan dan mengorganisasikan aktivitas kelompok.
10.Memiliki perilaku yang konsisten dengan anggota kelompok.
11.Mendelegasikan tugas dan tanggungjawab untuk mengembangkan kemampuan anggota, bukan hanya untuk melaksanakan tugas.
12.Melibatkan anggota dalam semua keputusan.
13.Menghargai dan menggunakan kontribusi anggota kelompok
14.Mendorong kreatifitas
15.Mendorong umpan balik mengenai gaya kepemimpinan mereka.
E.Keefektifan Pemimpin
Keefektifan suatu perilaku pemimpin harus ditentukan berdasarkan 4 set variable. Likert ( 1976 ) mengidentifikasi variable penyebab, penghalang dan variable hasil.
Harsey dan Blanchard ( 1977 ) juga melihat pada tujuan – tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
Perilaku pemimpin harus merupakan suatu evaluasi ke empat set variable dalam rangka menurunkan efek lingkaran cahaya – tanduk. Variable – variable berikut digunakan untuk mengevaluasi keefektifan perilaku pemimpin dalam menyelesaikan masalah.
1.Variabel penyebab
Mempunyai pengaruh pada perkembangan –perkembangan dalam suatu organisasi termasuk hasil / pencapaian ( Hersey, Blanchard, 1977 ). Variable – variable ini dibawah pengendalian manajemen, mereka dapat diubah / duganti.
Variabel – variable penyebab adalah :
a.Ketepatan perilaku pemimpin terhadap tingkat kematangan system
b.Keakuratan diagnosa system
c.Pelibatan system yang tepat dalam pengambilan keputusan
d.Keefektifan filosofi dan tujuan organisasi


2.Variabel penghalang
Merujuk pada SDM suatu organisasi, Likert ( 1961 ) menyebutkan bahwa mereka mewakili situasi internal organisasi.
Variabel – variable penghalang adalah :
a.Komitmen
b.Motivasi
c.Moral dan keterampilan karyawan dalam kepemimpinan
d.Komunikasi dan penyelesaian konflik ( heresy, Blanchard, 1977 )
3.Variabel hasil
Menggambarkan pencapaian organisasi. Variabel – variable hasil dapat dihitung dan termasuk produksi ( hasil / pelayanan ), biaya – biaya,pendapatan, alih peran, hubungan serikat karyawan – manajemen dan sebagainya.
4.Tujuan jangka panjang dan pendek
Tujuan jangka panjang adalah perkembangan organisasi dimasa depan.
Suatu perspektif jangka pendek adalah hasil yang langsung ( Hersey, Blanchard, 1977 ). Seorang manajer yang efektif harus menyeimbangkan keduanya. Tujuan jangka panjang dan jangka pendek dapat dicapai apabila bawahan berfungsi secara efektif dalam berbagai tugas ketika pemimpin berada pada struktur rendah dan pertimbangan rendah.

5.Kepemimpinan keperawatan
Perawat dapat mengemban peransebagai pemimpin dalam lingkungan kerja mereka, profesi mereka dan komunitas mereka, meskipun mereka memiliki / tidak memeiliki posisi kepemimpinan yang ditetapkan.
Sebagai pemimpin di tempat kerja, mereka dapat membantu dalam perbaikan kualitas perawatan pasien.
Sebagai pemimpin di profesi, perawat tidak hanya dapat membatu perbaikan perawatan klien, tetapi juga perbaikan lingkungan kerja perawat dan professional kesehatan lain. Karena pengetahuan dan keterampilan khusus mereka, perawat juga dapat mengemban peran kepemimpinan di komunitas, membantu perubahan yang meningkatkan fifik, psikologis dan social dalam masyarakat sebagai suatu kesatuan.
Dalam cakupan yang lebih luas, para perawat harus mengaplikasikan keterampilan kepemimpinan sebagaimana mereka mengaplikasikan pengetahuan keperawtan pada masalah personal. Para perawat dapat mendemontrasikan ketrampilan kepemimpinan ini dengan terlibat dalam organisasi.
Pada tahun belakangan ini, perawat professional telah menunjukan cakupan ketrampilan kepemimpinan dan manajemen yang luas terhadap politisi dan legislator di semua tempat dalam upaya mereka untuk membela dan merencanakan system keperawtan kesehatan yang dapat digunakan oleh semua pendudukalam semesta melalui Nursing’s Agenda For Health Care Reform ( ANA, 1991 )

GUIDELINES FOR WRITING DISHCARGE SUMMARIES USING CHARTING BY EXCEPTION

1. GUIDELINES FOR WRITING DISHCARGE SUMMARIES USING CHARTING BY EXCEPTION

1. If at the time of discharge the nursing diagnosis is still active and the expected outcome is not met, or if the patient / signification orther require further assistance for care managemenet, s discharge summary is written. Example of this situations include chronic disease state, health care needs that require family or community assistance, or anticipated noncompliance with care management after discharge.
2. Discharge summaries are formulated up to 48 hours prior to patient discharge. A discharge summary with the date and the RN’s signature is first noted on the Nursering Diagnoses List. Next, it is documented as the “ Discharge Summary “ in the SOAP format on the Nurses”s Note. The following information needs to be included :
S : Summary of patient’s interpretation of health care management as it relates
to this nursing diagnosis;
O : Summary of patient’s progress during hospitalization and the current status
of the patient in relation to the nursing diagnosis.
A : Statement of the patient’s actual curren status compared to anticipation
achievement of expected outcomes ( goals );
P : Follow up plan of care through a referral or a program for self-care
management.
Uses

Nurses in acute and long-term care setting will paint this system very useful when the standards of care have been carefully defined for specific patient populations. CBE, used correctly, can be instrumental in promoting more efficient use of nursing time.

Advantages of Charting by Exception
1. Sets minimum standards for assessment and care
2. Abnormal trends are obvious
3. Abnormal data are highlighted and easily retrieved
4. Normal data or expected responses do not obscure other information
5. Charting time is reduced because the documentation of routine care and normal observations is greatly reduced
6. Transcription and duplication of charting is virtually eliminated.
7. Patient data can be recorded on the patien’s chart immediately
8. The most recent information about the patient can be left at the bedside
9. Fewer pages are needed for nursing documentation
10. The nursing can plan may be kept as a permanent record

Disadvantages of Charting by Exception
1. Concerns may arise about CBE as a timely record of useful, relevant information
2. Narative notes may be excsessivelly brief. Too much reliance may be placed upon using the checklists.
3. The potential exists for blank record or absence of charting for long intervals of time
4. Routine care may be intentionally omitted. Measured standars can be misunderstood and may obscure the need for care planning and care delivery.
5. Records of nursing judgment and evaluations may be “lost” for future analysis.
6. Isolated or unexpected events may not be fully documented
7. Does not accommodate intregated or multidisciplinary charing
8. Documentation of the nursing process may not always be evident
9. If care standards are not developed for new or evolving disese conditions problems may ensue.

2. GUIDELINES FOR USING CHARTING BY EXCEPTION ( CBE )

1. A data base is recorded for each patient and kept as part of the permanent record. A comprehensive baseline physical assessment that includes healt history and health care patterns is completed within 24 hours of admission.
2. A nursing diagnosis list is formulated and written at the time of admission. Thereafter, it serves as a “ table of content “ for all nursing diagnoses.
3. A discharge summary is written for each active nursing diagnosis at time of discharge.
4. The SOAP ( IER ) construct is used to document the patient’s response to interventions ( direction of nursing care ) throught the patien’s stay.
5. A nursing-diagnosis-based care plan is developed.
6. Specially designed protocols guide nursing interventions. A list of standardized nursing interventions has been developed to facilitate the expected clinical outcomes of specific patient populations.
7. Incidental order sheets are used to enter nursing interventions. For example, “ irrigate nasogastric tube q.2-3 hr with normal saline to maintain patency”.
8. A Kardex and care plan are developed for each patient.
9. Some computerized documentation system may generate alternative modalities.


3. CHARTING BY EXCEPTION AND THE NURSING PROCESS

A combination of steps are used to formalize the documentation of the nursing process. All components of the nursing process are used in this documentations system. Figure 96 illustrates how the steps of the process are interwoven into a properly completed record.

F. CORE Documentation System with DAE Construct

In 1985, CORE documentation was developed at St. Joseph’s Hospital in Hamilton, Ontario, Canada. It was implemented in 1986 by nurses who wanted to improve both the existing documentation system and the documentation of nursing practice.




















Figure 96 The steps in the nursing process and parallel elements of care planning and documentation. ( From Buke, L and Murphy,J; The steps in the nursing process and parallel elements of care planning and documentation. Charting by Exception. John Wiley & Sons, New York. 1998)

Thus, “ CORE” refers to the central or most important part the documentation system-the nursing process. The major component of this process-charting system include the data base , care, flow sheets, progress notes, and discharge summaries :
1. An admission assessment of the patient’s functional competence is completed by a registered nurse wthin 8 hours of admission. This assessment includes a system review and a review of the activities of daily living. Emphasis is placed on completion of a written summary directed toward nursing diagnosis and patient problems. The completed nursing data base and the care plan are placed in a Kardex ( see Figs:9.7 and 9.8)
2. Nursing care plans serve a twofold purpose. Part One (Fig 9.7) remains part of the permanent record. Part Two ( Fig 9.8) is used as a work sheet and incorporates the information from the flow sheets.
3. Flow sheets provide information about the patient’s activities of daily living and response to nursing care and about treatments and nursing activities, diagnostic procedures, and patient education. The parameters on the flow sheets correspond to the patient classification system. Examples of the flow sheets are shown in Figures 9.9 and 9.10
4. Progress notes and are organized in a three-column format ( modeled after the FOCUS charting format ). The DAE acronym stands for Data, Action, Evaluation ( Response ) and provifes a guideline with which to organize content in the progress note column ( Fig 9.11)
5. The discharge summary includes information about nursing diagnosis, patient education, and requirements for follow-up care.

Uses
This system can be used both in acute care facilities and in long-term care setting.



ST. JOSEPH’S HOSPITAL, HAMILTON. ONTARIO
DEPARTEMENT OF NURSING

GOAL(S) OF CARE


PATIENT CARE PLAN-1 DATE Nurses’s initials NURSING DIAGNOSES EXPECTED OUTCOMES Dead Line Chart NURSING INTREVENTIONS Date Nurses’s initials
























Figure 9.7 Patient care plan-1 ( Courtesy of St. Joseph’s Hospital, Hamilton, Ontario )


































PATIENT CARE PLAN-1 DATE Nurses’s initials NURSING DIAGNOSES EXPECTED OUTCOMES Dead Line Chart NURSING INTREVENTIONS Date Nurses’s initials





SAFETY NEEDS



PSYCHOSOCIAL NEEDS



SPIRITUAL/CULTURAL NEEDS
PATIENT TEACHING PLAN : DISCHARGE PLANNING Expected Discharge Date :
HOME SITUATION :
DISCHARGE RESOURCES INVOLVED :
Public Health
Home Care
Social Work
Piscement
Other

NURSE’S SIGNATUR Initials NURSE’S SIGNATUR Initials NURSE’S SIGNATUR Initials NURSE’S SIGNATUR Initials





Figure 9.7 Patient care plan-1 ( Courtesy of St. Joseph’s Hospital, Hamilton, Ontario )


ID BAND CHECKED ADMITED FROM : □ ER □ ICU □ HOME □ OTHER ____________ VIA______ ACCOMPANIED BY _____

VITAL SIGN T________P_______R_______BP/ST/SIR_______________Ly_______WEIGHT ________Kg HEIGHT ________Cm

CANDI BOROBUDUR

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan, pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Rabu, 06 Mei 2009

MELEPASMU

Di malam yang sunyi ini, tiada lagi bintang – bintang yang bersinar dilangit. Seorang gadis yang begitu cantik, ceria dan baik hati, kini sedang termenung. Rara nama gadis itu. Kini tak ada lagi tawa dan canda yang terlihat diwajahnya. Yang terlihat hanyalah mendung yang menggelayuti hatinya, sakit yang membelenggunya. Tak henti – hentinya ia menangis karena kekasihnya, Ariez telah berselingkuh. Remuk rasanya seluruh tulang – belulangnya. Matanya pun hampir kering karena terkuras semua air matanya.
Pagi yang cerah ini, Rara kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Namun berat rasanya tatkala kakinya akan melangkah dari pembaringan. Harapan seolah tak ada lagi. Merah kelopak matanya setelah semalam suntuk hampir terus menerus menangis, semerah hatinya yang begitu terluka. Dipinggir pembaringan, Rara kembali termenung. Kosong tatapan matanya. Jika saja tak ingat akan ada ulangan fisika hari ini, rasanya malas untuk berangkat ke sekolah. Tetapi, seberat apapun, Rara akhirnya melangkahkan kakinya menuju ke sekolah. Walaupun dengan hati yang tercabik – cabik dan perasaan marah yang begitu menggelora.
Bel masuk pun berbunyi. Semua anak – anak telah siap untuk mengikuti pelajaran. Apalagi hari ini adalah jadwal ulangan. Tetapi Bu Ticka tidak dapat mengajar. Maka ulangan fisika di undur minggu depan. Kelas yang semula tenang berubah menjadi rebut. Tiba – tiba Ariez mendekatiku. Aku berusaha tenang. Seperti tak pernah terjadi apa – apa.
“ Ra…..Aku kangen banget sama kamu nech ! Kamu koq merah gitu matanya, kenapa Ra ? “ tanya Ariez dengan sedikit merayu.
“ Semua ini gara – gara kamu !!! “ jawab Rara dengan nada membentak.
“ Ra,,,kamu tuh kenapa sech ? Aku ngga ngerti dengan apa yang kamu omongin ke aku ! “ jawab Ariez dengan muka kebingungan.
“ Kamu kemaren jalan sama siapa ? Kamu dah selingkuh dibelakang aku kan ? “
“ Semua tuh bohong. Itu cumin temen aku Ra….kamau jangan salah paham dulu donk “ kata Ariez membela diri.
“ Napa ech kamu ngga jujur sama aku ? Aku kecewa banget sama kamu tahu ? Dahl ah aku males ngomong sama kamu ! “
“ Ra…aku mau jelasin smuanya. Itu cuman salah paham “ kata Ariez sambil memegangi tangan Rara
“ Lepasin aku…!!! Plak ..!!! Plak….!!! “ bentak Rara sembari menampar wajah Ariez.
“ Ra…kamu tega banget yach sama aku. ! “
“ Biarin !!! “ sahut Rara
Anak – anak pun jadi tambah heboh melihat pertengkaran Rara dan Ariez. Rara pun langsung pergi meninggalkan kelas sambil menangis.
“ Ra….udahlah…ga usah dipikirin banget. Dan ga usah terlalu menangis gitu. Buat apa sech nagisin cowo brengsek yang jelas – jelas telah nyakitin hati kamu. Air mata kamu mubadir dech untuk nangisin cowo macam Ariez “ ujar sahabatnya sembari mengelus rambt Rara.
“ Tapi Pep…aku tuch sayang banget sama Ariez “
“ Yach …aku tahu Ra. Tapi apalah artnya perasaan sayang kamu sama Aries kalo yang didapat cuman sakit di hati kamu. Lagian dia kan jelas – jelas udah ga sayang sama kamu. Iya kan ? “
Bel istirahat berbunyi. Rara dan sahabatnya pergi ke toilet untuk membasuh muka. Kemudian mereka pergi ke kantin. Tatkala sampai di kantin, ternyata tempat duduk telah penuh semua. Terpaksa mereka pun harus rela mengantri. Setelah dapat makanan dan tempat duduk, mereka pun mencoba untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Tiba – tiba Rara kembali menangis.
“ Ra…kamu kenapa ? “ tanya Pepy
“ Tuch..dipojok sana ada siapa “ ucap Rara sembari menunjuk tempat yang dimaksud.
“ Oh……….cowo brengsek itu. Ni ga bisa dibiarin. Harus dikasih pelajaran tuh biar kapok. Kalo perlu di putusin aja “
“ Tuch ..masalah gampang “
Dengan wajah yang serius dan memendam amarah, aku langsung mendekati Ariez yang sedang duduk mesra dengan cewe selingkuhannya yang bernama Erlina. Ariez pun terejut sewaktu aku mendekatinya. Tanpa pikir panjang aku pun mendamprat habis dan menyiram wajahnya dengan es campur yang ada didekatnya.
“ Ra..apa – apan niech ? “ tanya Ariez dengan nada tinggi.
“ Dasar cowo play boy. Tukang selingkuh Kamu yach “
“ Kalo ngoong yang bener donk !!” jawab Ariez membela diri
“ Ra…aku bisa jelasin semuanya ke kamu. Tetapi jangan sekarang, ntar sepulang sekolah. Malu tuh dilihat sama temen – temen “
Erlina yang semula kebingungan pun menjadi paham situasinya. Tak kalah dengan Rara, kemarahan Erlina pun tak terelakan lagi.
“ Riez…apa yang Rara omongin benar tuch ? Nggak khan ? “ tanya Erlina dengan ragu – ragu.
“ i….a……se….mua….i…..tu….be…nar ! “ jawab Ariez dengan nada gugup.
“ Jadi selama ini kamu juga ngebohongin aku ? Kamu tega banget dech sama aku. Aku ngga nyangka kamu sejahat ini Riez “
“ Kamu jangan salah paham dunk, aku ngelakuin ini juga karena aku punya alasan “
“ Alasan apa ? “ tanya Rara dengan ketusnya.
“ Karena ku sayang sama kamu dan juga sayang sama Erlina “
“ Terlalu !!!! …plak..plak..!!! “ sambung Erlina sambil menanpar Ariez.
Semua yang ada di kantin pun tertuju pada pertengkaran mereka. Ariez pun terpojokkan oleh Rara dan Erlina. Seperti maling yang ketangkap basah, Ariez tidak bisa berkutik lagi.
“ Kenapa semua ini harus terjadi ? Aku bingung harus memilih diantara kalian. Aku tuh sayang semua sama kalian. Aku ga bisa kalo harus memilih diantara kalian ‘ ujar Ariez dengan nada terbata – bata.
“ Riez. Kamu harus tetep memilih diantara kami “
“ Please dech Ra. Aku selesein ntar sepulang sekolah aja yach. Aku bingung “ ujar Ariez memelas.
“ Aku ngga mau. Pokoknya sekarang “
“ Ya…harus selesai saat ini juga “ sambung Erlina dengan nada yang tak kalah marahnya.
“ Kenapa kamu diam aja ? Cepetan dunk ! Kamu harus memilih diantara kami ! “ ujar Rara sambil memukul meja kantin.
Rara pun terdiam dan menangis. Sementara Ariez juga hanya terdiam diantara beribu rasa yang hanya dirinya yang tahu.
“ Hatiku sangat sakit dan hancur. Luka ini tidak akan terlupakan untuk selamanya. Aku harus memutuskan masalah ini. Ariez tak akan mampu memutuskan “ batin Rara.
“ Dah ..gini aja Riez….sekarang aku yang mutisin masalah ini ! “
“ Maksud kamu apa Ra ? “
“ Mulai sekarang kita putus. Kamu ga usah deketin aku, ingetin aku atau apa saja. Anggap kita ga pernah kenal. Aku pun akan membuang jauh semua tentang kamu. Melupakan kamu. Dan membuang semua dari kehidupan ku ! “ kata Rara sambul menangis.
“ Ngga bisa Ra….aku ngga bisa lepas dari kamu….please Ra..! “ ujar Ariez sambil memegangi tangan Rara.
“ Lepasin !!! “ bentak Rara.
“ Ngga akan aku lepasin. Aku sayang kamu Ra….”
“ Sudahlah…hubungan kita sampai disini aja. Please kamu jalan sama Erlina, mungkin kamu akan dapat kebahagiaan sama dia. Aku rela…aku ikhlas Riez….melepasmu dari kehidupan aku….”
“ Tapi…Ra..”
“ Dah yach….met tinggal “ kata Rara meninggalkan Ariez sambil menangis.
Rara pun berlalu dari kantin meninggalkan Ariez dengan wajah yang sedu dan terus menangis. Hatinya telah beku dan tersayat – sayat oleh cinta. Hari – harinya kini berselimut duka. Tak ada lagi canda, tawa dan keindahan yang mengiringi berlalunya waktu. Cinta telah menghempaskan Rara pada kenyataan yang begitu pahit. Meninggalkan kenangan pada sebuah kisah hidup. Untuk kemudian berjalan dengan dilubuk hati masing – masing.

MELEPASMU

Di malam yang sunyi ini, tiada lagi bintang – bintang yang bersinar dilangit. Seorang gadis yang begitu cantik, ceria dan baik hati, kini sedang termenung. Rara nama gadis itu. Kini tak ada lagi tawa dan canda yang terlihat diwajahnya. Yang terlihat hanyalah mendung yang menggelayuti hatinya, sakit yang membelenggunya. Tak henti – hentinya ia menangis karena kekasihnya, Ariez telah berselingkuh. Remuk rasanya seluruh tulang – belulangnya. Matanya pun hampir kering karena terkuras semua air matanya.
Pagi yang cerah ini, Rara kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Namun berat rasanya tatkala kakinya akan melangkah dari pembaringan. Harapan seolah tak ada lagi. Merah kelopak matanya setelah semalam suntuk hampir terus menerus menangis, semerah hatinya yang begitu terluka. Dipinggir pembaringan, Rara kembali termenung. Kosong tatapan matanya. Jika saja tak ingat akan ada ulangan fisika hari ini, rasanya malas untuk berangkat ke sekolah. Tetapi, seberat apapun, Rara akhirnya melangkahkan kakinya menuju ke sekolah. Walaupun dengan hati yang tercabik – cabik dan perasaan marah yang begitu menggelora.
Bel masuk pun berbunyi. Semua anak – anak telah siap untuk mengikuti pelajaran. Apalagi hari ini adalah jadwal ulangan. Tetapi Bu Ticka tidak dapat mengajar. Maka ulangan fisika di undur minggu depan. Kelas yang semula tenang berubah menjadi rebut. Tiba – tiba Ariez mendekatiku. Aku berusaha tenang. Seperti tak pernah terjadi apa – apa.
“ Ra…..Aku kangen banget sama kamu nech ! Kamu koq merah gitu matanya, kenapa Ra ? “ tanya Ariez dengan sedikit merayu.
“ Semua ini gara – gara kamu !!! “ jawab Rara dengan nada membentak.
“ Ra,,,kamu tuh kenapa sech ? Aku ngga ngerti dengan apa yang kamu omongin ke aku ! “ jawab Ariez dengan muka kebingungan.
“ Kamu kemaren jalan sama siapa ? Kamu dah selingkuh dibelakang aku kan ? “
“ Semua tuh bohong. Itu cumin temen aku Ra….kamau jangan salah paham dulu donk “ kata Ariez membela diri.
“ Napa ech kamu ngga jujur sama aku ? Aku kecewa banget sama kamu tahu ? Dahl ah aku males ngomong sama kamu ! “
“ Ra…aku mau jelasin smuanya. Itu cuman salah paham “ kata Ariez sambil memegangi tangan Rara
“ Lepasin aku…!!! Plak ..!!! Plak….!!! “ bentak Rara sembari menampar wajah Ariez.
“ Ra…kamu tega banget yach sama aku. ! “
“ Biarin !!! “ sahut Rara
Anak – anak pun jadi tambah heboh melihat pertengkaran Rara dan Ariez. Rara pun langsung pergi meninggalkan kelas sambil menangis.
“ Ra….udahlah…ga usah dipikirin banget. Dan ga usah terlalu menangis gitu. Buat apa sech nagisin cowo brengsek yang jelas – jelas telah nyakitin hati kamu. Air mata kamu mubadir dech untuk nangisin cowo macam Ariez “ ujar sahabatnya sembari mengelus rambt Rara.
“ Tapi Pep…aku tuch sayang banget sama Ariez “
“ Yach …aku tahu Ra. Tapi apalah artnya perasaan sayang kamu sama Aries kalo yang didapat cuman sakit di hati kamu. Lagian dia kan jelas – jelas udah ga sayang sama kamu. Iya kan ? “
Bel istirahat berbunyi. Rara dan sahabatnya pergi ke toilet untuk membasuh muka. Kemudian mereka pergi ke kantin. Tatkala sampai di kantin, ternyata tempat duduk telah penuh semua. Terpaksa mereka pun harus rela mengantri. Setelah dapat makanan dan tempat duduk, mereka pun mencoba untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Tiba – tiba Rara kembali menangis.
“ Ra…kamu kenapa ? “ tanya Pepy
“ Tuch..dipojok sana ada siapa “ ucap Rara sembari menunjuk tempat yang dimaksud.
“ Oh……….cowo brengsek itu. Ni ga bisa dibiarin. Harus dikasih pelajaran tuh biar kapok. Kalo perlu di putusin aja “
“ Tuch ..masalah gampang “
Dengan wajah yang serius dan memendam amarah, aku langsung mendekati Ariez yang sedang duduk mesra dengan cewe selingkuhannya yang bernama Erlina. Ariez pun terejut sewaktu aku mendekatinya. Tanpa pikir panjang aku pun mendamprat habis dan menyiram wajahnya dengan es campur yang ada didekatnya.
“ Ra..apa – apan niech ? “ tanya Ariez dengan nada tinggi.
“ Dasar cowo play boy. Tukang selingkuh Kamu yach “
“ Kalo ngoong yang bener donk !!” jawab Ariez membela diri
“ Ra…aku bisa jelasin semuanya ke kamu. Tetapi jangan sekarang, ntar sepulang sekolah. Malu tuh dilihat sama temen – temen “
Erlina yang semula kebingungan pun menjadi paham situasinya. Tak kalah dengan Rara, kemarahan Erlina pun tak terelakan lagi.
“ Riez…apa yang Rara omongin benar tuch ? Nggak khan ? “ tanya Erlina dengan ragu – ragu.
“ i….a……se….mua….i…..tu….be…nar ! “ jawab Ariez dengan nada gugup.
“ Jadi selama ini kamu juga ngebohongin aku ? Kamu tega banget dech sama aku. Aku ngga nyangka kamu sejahat ini Riez “
“ Kamu jangan salah paham dunk, aku ngelakuin ini juga karena aku punya alasan “
“ Alasan apa ? “ tanya Rara dengan ketusnya.
“ Karena ku sayang sama kamu dan juga sayang sama Erlina “
“ Terlalu !!!! …plak..plak..!!! “ sambung Erlina sambil menanpar Ariez.
Semua yang ada di kantin pun tertuju pada pertengkaran mereka. Ariez pun terpojokkan oleh Rara dan Erlina. Seperti maling yang ketangkap basah, Ariez tidak bisa berkutik lagi.
“ Kenapa semua ini harus terjadi ? Aku bingung harus memilih diantara kalian. Aku tuh sayang semua sama kalian. Aku ga bisa kalo harus memilih diantara kalian ‘ ujar Ariez dengan nada terbata – bata.
“ Riez. Kamu harus tetep memilih diantara kami “
“ Please dech Ra. Aku selesein ntar sepulang sekolah aja yach. Aku bingung “ ujar Ariez memelas.
“ Aku ngga mau. Pokoknya sekarang “
“ Ya…harus selesai saat ini juga “ sambung Erlina dengan nada yang tak kalah marahnya.
“ Kenapa kamu diam aja ? Cepetan dunk ! Kamu harus memilih diantara kami ! “ ujar Rara sambil memukul meja kantin.
Rara pun terdiam dan menangis. Sementara Ariez juga hanya terdiam diantara beribu rasa yang hanya dirinya yang tahu.
“ Hatiku sangat sakit dan hancur. Luka ini tidak akan terlupakan untuk selamanya. Aku harus memutuskan masalah ini. Ariez tak akan mampu memutuskan “ batin Rara.
“ Dah ..gini aja Riez….sekarang aku yang mutisin masalah ini ! “
“ Maksud kamu apa Ra ? “
“ Mulai sekarang kita putus. Kamu ga usah deketin aku, ingetin aku atau apa saja. Anggap kita ga pernah kenal. Aku pun akan membuang jauh semua tentang kamu. Melupakan kamu. Dan membuang semua dari kehidupan ku ! “ kata Rara sambul menangis.
“ Ngga bisa Ra….aku ngga bisa lepas dari kamu….please Ra..! “ ujar Ariez sambil memegangi tangan Rara.
“ Lepasin !!! “ bentak Rara.
“ Ngga akan aku lepasin. Aku sayang kamu Ra….”
“ Sudahlah…hubungan kita sampai disini aja. Please kamu jalan sama Erlina, mungkin kamu akan dapat kebahagiaan sama dia. Aku rela…aku ikhlas Riez….melepasmu dari kehidupan aku….”
“ Tapi…Ra..”
“ Dah yach….met tinggal “ kata Rara meninggalkan Ariez sambil menangis.
Rara pun berlalu dari kantin meninggalkan Ariez dengan wajah yang sedu dan terus menangis. Hatinya telah beku dan tersayat – sayat oleh cinta. Hari – harinya kini berselimut duka. Tak ada lagi canda, tawa dan keindahan yang mengiringi berlalunya waktu. Cinta telah menghempaskan Rara pada kenyataan yang begitu pahit. Meninggalkan kenangan pada sebuah kisah hidup. Untuk kemudian berjalan dengan dilubuk hati masing – masing.

Selasa, 05 Mei 2009

CINTA TAK HARUS MEMILIKI

Senja telah datang, matahari kian meninggi. Tetapi Ana belum juga terbangun. Jam telah menunjukan setengah tujuh sekarang, Dan HP Ana lagi – lagi berbunyi. Akan tetapi Ana tak kunjung bangun juga. Mama Ana sudah capek membangunkannya sedari sejam yang lalu.
“ Ana !!! buka pintunya donk. Mau sekolah ngaa sech ? “
Tetapi Ana tak kunjung membalas.
“ Maa…ada apa sih…? Emang Ana belum bangun ya ? Padahal Papa udah mau berangkat nech..gimana donk Ma…? “ ujar Papa merengek takut telat kekantornya.
“ Ya udah Papa dobrak aja pintunya “
“ Oke Maa !!! Papa coba dech, eh…ga ah…mending Papa berangkat aja, dadah Mama…..muach………” ujar Papa dengan sebuah kecupan dikening Mama.
-------------------o0o--------------------
Setengah delapan kepala Ana baru nongol di depan pintu.
“ Maaaa….”
“ Ya ampuuun….Ana. Kamu ngga berangkat sekolah ?”
“ Emang ini jam berapa Ma ? Kan masih pagi “
“ Yach..kamu. Jam setengah delapan begini dibilang masih pagi ? “
“ Apa…!!! Oh…my God . Nggak mungkin !!!” Spontan Ana kabur nyari sesuatu sembari gugup.
“ Ana, percuma aja kamu bolak balik. Orang ga ngambil apa apa “
“ Oh ya Ma…kira – kira Aku mau ngambil apa yach ? “
“ Mama..Mama tau ? “
“ Ya udahlah Ma, Ana mau mandi dulu “
“ Oh ya …kamu ngga usah ke sekolah. Mama udah telpon ke sekolah. Kamu lagi sakit “.
“ Bener Ma..? “
“ Asyiiiiik….ga usah mandi ah “
“ Ya ampun..57 panggilan tak terjawab !!!”
“ Sapa nich ???”
“ Maaaaaaaaa” ( keras amat, padahal belum sikat gigi )
“ Mama koq ga bilang sich kalo ada banyak panggilan. Dari sapa lagi. 66 sms. Gila apa ???. Emang nih hp tong sampah apa”
Dengan sibuknya Ana pencat pencet hp untuk buka buka sms semua dari orang yang sama. Eh..tetapi ada satu yang beda…………
“ Andi bisa – bisanya dia sms begini ? Dia kan bukan siapa – siapa Aku ? “ Ujar Ana berguman sendiri.
Pagi Ana….btw u dh bangun lup sich? Qk d telfon g d angkat sech. “ Ana I love U 4ever…………..”
“ Dipagi yang cerah ini Aku ingin kamu tw perasaan q yg udah lama banget q pendam. I Love U “
Moga hari ne menjadi hari yang indah buat U “
“ Oh my God…Andi suka sama Aku ? Gila apa! Ga ada ujan ga ada angina. Dia kan udah tau Aku lagi sama si Adit……..Dia kan sahabatku, Aku selalu curhat sama dia…Ya ampuuun….Aku mau jawab apaan ? “
Ana turun dengan tergesa – gesa, sembari teriak teriak memanggil Mamanya.
“ Maaaa”
“ Apa Ana ?”
“ Ma..Mama dimana sech ? “
“ Ada apa sech? Ribut melulu !!!”
“ Ma…masa Andi nembak Aku, lewat sms lagi. Ga gentle banget Dia jadi cowo “
“ Mana smsnya? Coba Mama liat !!!”
Lalu Mama membaca sms dengan ekspresi wajah kebingungan plus senyum senyum sendirian kayak orang gila gitu.
“ Ma…Andi kan tau klo Ana lagi da masalah sama Aditya. Kami kan lagi break, eh di malah nambahin masalah lagi, gimana dunk Ma….???”
“ Lebih baik kamu juju raja sama Andi klo km masih sama Adit “
“ Iya sech Ma….Tapi Ana harus ngomong kayak apa? “
“ Gini aja “
Sementara Ana diem merhatiin Mamanya. Lalu Mama nulis sms.
Pagi jg Andi….
Sf q td lum bangun…
Np U ngomong gtu…U kan tw
Q masih punya co
Jd mksd U apa ngomong gtu
U kan shbt q
-------------------o0o--------------------
Sementara Andi sedang duduk, tiba – tiba hp nya bunyi. Dengan perasaan tak karuan Andi pun membuka sms yang masuk. Yang ternyata adalah sms dari Ana. Hatinya hancur ketika membaca sms dari Ana. Andi pun membalas sms itu
Ana km tw kan klo q tuh suka km dri dlu. Tp keberanian ini baru muncul skrg. Jd q bru bsa ngomong ky gni. Ia q tau kl km dah punya co n q jg tw co km.tp msa gad a prsaan dikit aja bwd q ???
Lagi – lagi hp Ana berdering, Ana lalu membuka sms itu dengan ekspresi wajah seperti orang ketakutan. Ternyata sms itu dari Andi, setelah Ia membuka sms itu dia bingung mau menjawab apa ?
“ Mungkinkah dia akan nerima jawaban Aku apa adanya, apa Aku minta tolong sama Mama lagi yach ? “ ujar Ani sambil berguaman.
“ Ma… tolongin lagi dunk Ma..!”
“ Coba Mama liat !” sementara Mama membaca sms, Ana ngacir ke toilet. ( kebelet kalee ).
“ Aku bales gini aja dech “
perasaan itu ada tapi sebatas sahabat doank. Ga lebih ga kurang. MF
Lima menit kemdian hp Ana kembali berdering.
“ Ada sms nech. Duh….diterima ga yach ? “ guman Andi. Setelah baca Andi kembali bales sms itu.
Ywdalah q tw koq klo km tu anggep q Cuma sebatas sahabat. Walaupun sahabat q ingin sahabat terbaik kmu
Setelah itu mereka baikan kembali. Menjadi seorang sahabat seperti semula.
-------------------o0o--------------------
Malam semakin larut. Tiba – tiba hp Ana berdering. Ternyata ada tefon dari Adit
“ Assalamu alaikum “
“ Wa alaikum salam “
“ Ada apa Dit ? tumben kamu mau telfon Aku ? “
“ Emank ga boleh apa Aku telfon Kamu ? “
“ Ya ga gitu amat sech….koq jadi sensi banget ? “
“ Aku hanya mau minta maaf. Klo hubungan kita kayaknya ga bisa dilanjutin lagi “
“ Kenapa ga bisa ? kita kan bisa betulin kesalahan kita masing – masing “
“ Kamu tuh sekarang beda banget. Ga kayak dulu lagi “
“ yah..ok dech klo Aku udah ga asyik lagi buat kamu, tapi mungkinkah hanya karena ini kamu mutusin Aku ? “
“ Ada lagi koq “
“ Apa ? “
“ Aku ngerasa kalo Kamu selama ini hanya ngrejain Aku saja “
“ Demi Alloh Aku ga pernah ngerjain kamu. Aku tuh bener – bener saying sama kamu “
“ Alaaah…bulsyit “
“ Up to you dech klo gitu. Mau percaya apa ngga. Aku dah mencoba menjadi yang terbaik di mata kamu. Tapi kamu malah kayak gini ke Aku. Dimata kamu, Aku selalu salah “.
“ Makasih selama ini kamu udah mau jadi cewe ku “
“ Ya udahlah kalo itu yang terbaik buat kamu. Maafin Aku yah kalo selama ini Aku bikin kamu marah “
“ Ya udah kita temenan aja yach “
“ It’s oke dech “ kemudian Ana nutup telfon tanpa basa – basi.
“ Mungkin ini yang terbaik buat Aku, Andi dan Adit. Toh didunia ini cowo ukan hanya mereka. Aku ngga akan nyesel udah nolak Andi karena Andi pasti bisa dapetin yang terbaik “ guman Ana

Senin, 04 Mei 2009

CINTA VANYA

Malam dingin terasa dikulit, bintang bulan, selalu menyinari malamku, debar – debar jantungku, antara rasa malu dan takut jika bertemu dengannya.
Malam itu, malam minggu, 10 Oktober jam 19.30 WIB. Malam itu adalah malam pertemuan Vanya dengan Dandi. Vanya adalah cewe SMA kelas X dan Dandi adalah cowo SMA kelas XII. Sekolah mereka berbeda, mereka berkenalan melaui hp. Selama sebulan mereka belum pernah bertemu sama sekali. Akhirnya mereka buat janji untuk ketemuan. Pada saat itu Vanya sedang duduk – duduk di teras rumahnya. Setelah beberapa saat Vanya menunggu, akhirnya Dandi pun sampai juga. Pertama kali melihat Dandi, hati Vanya langsung berdegup kencang dan merasa tak karuan karena melihat cowo yang begitu ganteng dimatanya, hitam tetapi manis, apalagi dengan balutan celana yang ketat. Ah….hatinya begitu berbunga. Tanpa komando, mereka pun saling bersalaman, menyapa dan melepas seribu rasa dalam hatinya masing – masing.
“ Vanya, ya ? “ tanya Dandi
“ I ah….ne Dandi pa ? “ balik Vanya yang nanya.
“ I ah…apa kabar ? “
“ Baik……silakan duduk Dan, koq bisa tahu rumahku ? “ tanya Vanya dengan wajah ceria.
“ Thanks….ya tau lah….kan udah dikasih alamatnya ama kamu, lagian banyak yang bisa ditanyai dunk…demi..demi .” ujar Dandi dengan sedikit bercanda.
Mereka pun saling bercakap – cakap sembari bersendau gurau.sesekali diiringi dengan tertawa renyah. Udara dingin malam seketika berubah menjadi hangat, detak jantung terus berpacu makin kencang, memenuhi setiap ubun – ubun, aliran darah terasa begitu kencang, sekencang hasrat yang terus bergelora. Rasa malu, penasaran dan lainnya hilang seketika setelah pertemuan itu. Kedekatan telah tercipta. Hingga tak disadari waktu telah sampai jam 21.30 dan dengan berat hati Dandi pun mohon pamit sama Vanya.
Selepas kepulangan Dandi, Vanya tidak bisa memejamkan matanya. Ada seribu perasaan yang menghinggapi dirinya. Ringan rasanya. Berkali – kali merubah posisi tidur, Vanya tetap tidak bisa memejamkan matanya. Yang terbayang hanyalah senyuman, wajah dan canda Dandi. Getar – getar cintakah ini? Atau hanya sebuah perasaanku saja ? ah…. Vanya kembali melayang. Hinggap diwajah Dandi, larut dalam candanya hingga sebuah kejutan membuyarkan angannya. Hp Vanya berdering memecahkan lamunannya.
“ Met malem ya Van……….cuman mau ngucapin met bobo aja za….Jangan lupa do’a yach…??? “
“ Yah..thanks..met bobo jg..mimpi indah yach,,” balas sms Vanya.
Sebuah malam yang penuh keindahan bagi Vanya. Untaian lamunan telah melelapkan Vanya hingga dalam mimpi. Hingga fajar menyambut keindahan diawal hari. Sebuah keindahan mereka ciptakan berdua. Lewat sms mereka selalu membuka awal aktifitas yang indah hari ini. Dan hari – hari berikutnya. Hingga suatu hari, 22 Nopember Dandi mengajak Vanya ketemuan di sebuah tempat. Tempat yang indah untuk saling mencurahkan isi hati. Hingga tumbuh keberanian Dandi untuk menyatakan perasaannya ke Vanya.
“ Van…mungkin ini terlalu cepat buat kamu, tetapi udah lama aku biarkan perasaan ini. Aku biarkan selalu mengisi kepalaku. Terlalu lama aku menyimpannya. Asal kamu tahu Van, semenjak perkenalan kita, makin lama aku deket sama kamu, makin deket pula hati ini. Jujur, aku jadi punya rindu sama kamu, punya perasaan – perasaan yang entah aku sendiri gak tau apa sech artinya. Van,….boleh kamu jadi cewe aku ? “ tanya Dandi
“ Van….aku serius. Aku cinta sama kamu. Aku tunggu jawaban kamu sekarang Van…! “ ujar Dandi seraya memandang Vanya dengan penuh harap.
Sementara Vanya menjadi belingsatan atas tembakan Dandi yang begitu mendadak. Walaupun dalam hatinya saat seperti ini telah dibayangkan jauh hari sebelumnya. Saat – saat yang begitu mendebarkan. Beribu perasaan telah berkecamuk di dada Vanya. Hingga Vanya hanya bisa tersenyum pada Dandi. Dengan lembut dan dengan tatapan mata yang bersinar – sinar. Dan hari itu, saat jemari mereka saling beratautan, hati merekapun telah menyatu dalam cinta yang telah bersemi selama ini.Menadarat dalam sebuah kecupan dikening Vanya. Melambungkan semua rasa yang mereka miliki. Menapaki hari dengan keceriaan. Menanti waktu dengan penuh harapan.
Percintaan Vanya dengan Dandi telah membawa Vanya pada Radit. Teman Dandi. Dengan iringan cinta, mereka pun menjadikan persahabatan yang indah. Radit menjadi tempat kedua setelah Dandi. Banyak hal yang Vanya curhatkan tentang Dandi pada Radit. Hingga persoalan – persoalan serius tatkala riak – riak cinta Vanya dengan Dandi muncul, maka Raditlah menjadi tempat untuk mencurahkan hati Vanya. Dan manakala riak – riak itu makin menggunung, seperti biasanya, Raditlah tempat berteduh Vanya untuk meluapkan segala persoalan. Hingga suatu saat, 25 Januari, manakala Vanya berseteru dengan Dandi, Vanya pun lari dihadapan Radit. Begitu menggunungnya persoalan, hingga bulir – bulir air mata Vanya tumpah di pundak Radit. Dan Radit dengan penuh perasaan berusaha membuat Vanya lepas dari persoalan. Vanya merasa damai di hadapan Radit. Ada secercah kedamaian dan perasaan terlepas dari segala persoalan. Dan Vanya makin terkejut tatkala Radit mengungkapkan perasaan hatinya. Perasaan yang selama ini tak terbayang oleh Vanya.
“ Van, maafin aku yach. Kalo aku baik sama kamu selama ini, sesungguhnya bukan tanpa alasan. Selama ini aku suka menjadi tempat kamu. Aku suka jika kamu bahagia. Jika kamu terlepas dari masalah yang aku hadapi. Asal kamu tahu Van….aku selalu sedih tatkala kau selalu bermasalah dengan Dandi. Aku ga rela jika kau selalu disakitin sana Dandi. Aku menangis jika mendengar kamu bermasalah dengan Dandi. Van….aku sayang kamu. Aku cinta sama kamu…..Aku janji Van…jika kamu menerima cintaku. Aku akan berusaha membahagiakan kamu Van……” ujar Radit tanpa bisa meneruskan kata – katanya.
Vanya pun hanya bisa terbengong mendengar perkataan Radit. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan selama ini. Pikiran Vanya pun berlari antara Dandi dan Radit. Kebaikan dan kejelekan Dandi menari – nari di pikiran Vanya. Kebaikan Radit pun tak kalah hingga dalam benak Vanya.
“ Dit, kamu tahu kan kalo aku tuh masih sama Dandi ? Lagian kamu kan temen Dandi juga kan ? “
“ Vanya, aku ga lagi mandang siapa Dandi lagi. Dia toh udah banyak nyakitiin elo “
“ Aku ga suka melihat cowo macam dia. Kalau saja di bukan temen aku, pasti sudah aku hajar dia ! “
“ Tapi aku harus bagaimana ? lagian kamu sekelas. Bagaimana kalo Dandi tau ? Misalkan aku mutusin dia cumin gara – gara aku pacaran sama kamu ?” tanya Vanya kebingungan.
“ Ga usah mikirin itu Van ! Yang penting kamu sudah lepas dari Dandi.Aku janji akan nejagain kamu. Ga akan siapapun nyakitiin kamu “ ujar Radit meyakinkan.
Akhirnya Vanya pun tak kuasa dengan janji Radit. Mereka pun menajlin cinta dengan penuh keyakinan akan mendapatkan kebahagiaan. Dandi yang dua bulan telah menjadi pacar Vanya kini tinggal kenangan. Dan kenyataan selalu terbuka. Ternyata tanpa sepengetahuan Vanya, Dandi rupanya telah menduakan Vanya. Sedih tentu. Tetapi kesedihan Vanya telah terobati dengan kehadiran Radit. Cowo yang selalu memberikan perlindungan, kasih sayang dan cinta setulusnya.