Halaman

Tampilkan postingan dengan label BANYUMASAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANYUMASAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2010

TIM PENYEHATAN SMA MA’ARIF NU I AJIBARANG

TIM PENYEHATAN
SMA MA’ARIF NU I AJIBARANG
MWC NU KECAMATAN AJIBARANG


I. PENDAHULUAN
SMA Ma’arif NU I Ajibarang adalah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dimiliki oleh MWC NU Kecamatan Ajibarang yang berfungsi sebagai lembaga pendidikan dalam arti sebagaimana lazimnya fungsi lembaga pendidikan pada umumnya maupun sebagai sarana pengkaderan generasi muda NU. Sehingga keberadaan SMA Ma’arif NU I Ajibarang sangatlah penting artinya untuk kelangsungan tujuan tersebut.
Perkembangan dunia pendidikan maupun pandangan masyarakat dewasa ini telah mempengaruhi laju kehidupan SMA Ma’arif NU I Ajibarang secara umum. Sehingga keberadaan sekolah tersebut yang pada awalnya mengalami kemajuan pesat, baik secara kualitas maupun kuantitas berangsur – angsur mengalami penurunan. Kecenderungan ini dapat dilihat dari prestasi maupun jumlah siswa yang cenderung menurun pada penerimaan peserta didik.
Dari kenyataan – kenyataan tersebut, dipandang perlu dilakukan langkah – langkah untuk mempertahan eksistensi SMA Ma’arif NU I Ajibarang.
II. DASAR
1. Rapat Pengurus Harian MWC NU Ajibarang, Ahad 14 Februari 2010
2. Rapat Pengurus MWC NU dan pengurus ranting, Jum’at 20 Februari 2010
3. SK Tim Penyehatan SMA Ma’arif NU I Ajibarang
III. LANDASAN
Dalam menjalankan kegiatan, Tim Penyehatan SMA Ma’arif NU I Ajibarang berpegang pada Hasil – Hasil Rakercab LP Ma’arif NU Kab. Banyumas Tahun 2007.

IV. TEMUAN
1. Kepengurusan SMA Ma’arif NU I Ajibarang telah berlangsung selama dua periode.
2. Kepengurusan SMA Ma’arif NU I Ajibarang berjalan dalam keadaan tidak lengkap.
3. Ketua Pengurus SMA Ma’arif NU I Ajibarang secara lisan telah menyampaikan keinginan untuk mundur dari jabatannya.
4. Kepala Sekolah telah menjabat selama dua periode.
V. DASAR PERTIMBANGAN
1. Lampiran Surat Keputusan Rakercab Nomor : Kep.004/PC.33/LPM/VII/2007 Tanggal 25 Agustus 2007 Tentang Ketentuan Pengurus Madrasah Ma’arif NU Dalam Lingkungan PC. LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas Bagian I.3
2. Penyelamatan aset MWC NU kecamatan Ajibarang

VI. REKOMENDASI
Berdasarkan temuan dan pertimbangan diatas, maka Tim Penyehatan SMA Ma’arif NU I Ajibarang merekomendasikan kepada MWC NU Kecamatan Ajibarang untuk mengambil langkah sebagai berikut :
1. MWC NU Kecamatan Ajibarang untuk segera melakukan reorganisasi terhadap Kepengurusan SMA Ma’arif NU I Ajibarang dengan mengacu pada Hasil – Hasil Rakercab LP Ma’arif NU Kab. Banyumas Tahun 2007.
2. MWC NU Kecamatan Ajibarang melalui Dewan Pengurus SMA Ma’arif NU I Ajibarang yang baru untuk menata organisasi sekolah.
3. MWC NU Kecamatan Ajibarang melalui Dewan Pengurus dan organisasi sekolah untuk menata secara proporsional dan profesional terhadap komponen guru dan karyawan.
4. MWC NU Kecamatan melalui Dewan Pengurus dan seluruh steakholder di SMA Ma’arif NU I Ajibarang untuk menata kehidupan sekolah secara optimal.

VII. PENUTUP
Demikian rangkaian kerja TIM Penyehatan SMA Ma’arif NU I Ajibarang yang dapat kami laporkan, dengan harapan dapat dijadikan sebagai bagian untuk memajukan SMA Ma’arif NU I Ajiabarang.

Ajibarang, Maret 2010

TIM PENYEHATAN
SMA MA’ARIF NU I AJIBARANG



Ketua Sekretaris




Muchali, A.Md Mujarob, S.Pd

Anggota




Zaenudin, S.Pd Imam Burhanudin Syafi’i


Rabu, 24 Februari 2010

15 Warga Tipar Kidul Terserang Cacar Air

Suara Merdeka,

BANYUMAS- Setelah Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Banyumas menjadi korban banjir dan tanah longsor, sekarang giliran desa tersebut terkena wabah penyakit cacar air.

Sebanyak 15 penduduk Desa Tipar Kidul RT 2/9, dilaporkan sudah diidentifikasi terserang wabah itu. Sebagian besar korbannya terdiri dari anak-anak usia antara 1,5 dan 13 tahun, di antaranya penduduk dewasa. Dikhawatirkan, wabah ini akan semakin ber kembang bila tidak ditangani serius.

Penyakit menular ini diketahui mulai menyerang warga sejak Selasa (12/11) lalu. Akibatnya, 12 warga harus dirawat walaupun tidak secara khusus. Dalam perkembangannya, sehari kemudian atau Rabu (13/11), warga yang terserang bertambah tiga orang.

Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan (Kasubdin PP Yankes) Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Banyumas drg Khalid Khan MKes, mengakui adanya peningkatan penyakit cacar air itu.

Dia menjelaskan, sebelumnya ada laporan dari Kepala Puskesmas Ajibarang I dan tembusan laporan dari Siswojo, anggota DPRD Banyumas, bahwa telah terjadi peningkatan wabah cacar air di Desa Tipar Kidul.

Diduga Campak

Begitu mendapat laporan, Tim DKKS dan Puskesmas Ajibarang I terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. ''Rabu lalu laporan masuk dan pada awalnya ada dugaan wabah campak. Setelah diadakan penyelidikan wabah itu ternyata cacar air.''

DKKS sudah melakukan koordinasi dengan sektor terkait untuk penanganannya. Antara lain, melakukan pencarian penderita baru dan memastikan diagnosis penyakit. Diikuti kegiatan penangguangan dan pengobatan serta pelaporan serta pemantauan perkembangannya. ''Kami sudah melakukan pengobatan massal secara cuma-cuma di desa tersebut.''

Saat ini DKKS terus melakukan penyuluhan soal gizi. Sebab, penyakit cacar air tidak bisa dilepaskan dari pengaruh gizi buruk yang dialami korban. Penderita anak usia sekolah yang masih sakit, disarankan tidak masuk sekolah.

Bupati Banyumas HM Aris Setiono SH SIP sudah mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada terhadap timbulnya wabah penyakit. Terutama, saat memasuki musim hujan. Diharapkan, warga memberi laporan bila terjadi tanda-tanda berkembangnya penyakit tertentu.

''Di Banyumas, rentan terhadap timbulnya wabah penyakit. Seperti malaria, demam berdarah, dan cacar air.'' (G17-68)

Ajibarang-Gumelar Terancam Putus

Sumber Suara Merdeka

BANYUMAS-Longsor di ruas Jalan Ajibarang-Gumelar semakin parah, badan jalan hanya tersisa 1,5 meter. Longsor yang membuat ruas jalan penghubung di Desa Kracak semakin parah. Hal itu karena longsor semakin menggerus badan jalan, sehingga jalan tersebut kini terancam putus.

Menurut Kepala Desa Kracak Amir Atmaja, upaya perbaikan sebenarnya berulangkali dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Binamarga Banyumas. Namun demikian perbaikan yang dilakukan belum bisa mengatasi longsor yang terjadi pada ruas jalan tersebut.

"Respon Dinas sebenarnya sangat cepat dalam memperbaiki jalan tersebut, namun sepertinya upaya perbaikan yang dilakukan belum tepat," ucapnya.

Saat ini ruas jalan yang longsor kedalamannya sudah mencapai 10 meter. Longsoran masih bisa melebar, sebab hujan masih sering mengguyur wilayah tersebut. Oleh sebab itu pengendara yang melintas diminta untuk lebih berhati-hati.

"Jika longsor menggerus ruas jalan 25 sentimeter lagi, maka jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda 4," katanya.

Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Binamarga, Mayangkoro mengatakan sedang melakukan pengkajian untuk menangani longsor yang terjadi. Pengkajian yang mendalam dibutuhkan agar diperoleh cara penanganan longsor yang tepat.

Berdasarkan pantauan, kini badan jalan yang tersisa hanya sekitar 1,5 meter, adapun kedalaman longsor mencapai 10 meter dan panjang jalan yang longsor sekitar 12 meter. Untuk memperingatkan para pengguna jalan, dipasang rambu peringatan di sekitar ruas jalan yang longsor.

Amir mengharapkan agar perbaikan jalan dengan metode yang tepat bisa segera dilakukan, agar transportasi bisa berjalan lancar. Sebab jalan tersebut menurutnya merupakan sarana transportasi penting bagi warga Ajibarang dan Gumelar. (K17-29)

Senin, 22 Februari 2010

FOTO KENANGAN KE MAKAM GUS DUR
















Inilah motor penggerak MWC NU Kecamatan Ajibarang. Pandang baik- baik gaya mereka ! Membentak, layaknya komandan dengan tangan siap menghardik, kondektur, dan yang terakhir layak seperti guru yang memberi petuah !

BENDUNG TAJUM


Inilah salah satu sudut pemandangan dari Bendung Tajun yang diresmikan oleh Presiden Soeharto yang terletak di Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Banyumas

Sabtu, 13 Februari 2010

Teelepon Instansi Di Tiparkidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas

Bagi masyarakat Desa Tipar Kidul kecamatan Ajibarang yang membutuhkan nomor telepon, berikut beberapa nomor telepon penting :

1. Balai Desa Tipar Kidul ( 0281 ) 684
2. Warung Refo ( 0281 ) 572 405
3. SKB Ajibarang ( 0281 ) 571 900
3. SMP PGRI I Ajibarang ( 0281 ) 6849503
4. SD Negeri 1 Tipar Kidul (0281) 6849699
5. SD Negeri 2 Tipar Kidul
6. SD Negeri 3 Tipar Kidul ( 0281 ) 6849701
7. PT. Hari Jaya Tipar Kidul ( 0281 ) 572404 / 7616244
8. SMP PGRI 2 Ajibarang (0281)7620379

Senin, 25 Mei 2009

KETENTUAN PEMASANGAN INSTALASI AIR BERSIH RW XIII DESA TIPARKIDUL

KETENTUAN PEMASANGAN INSTALASI AIR BERSIH
RW XIII DESA TIPARKIDUL

Ketentuan pemasangan instalasi air bersih RW III Desa Tiparkidul :
1.Mengajukan permohonan pemsangan kepada pengelola.
2.Membayar biaya pemasangan sebesar Rp. ______________
3.Alat dan bahan disiapkan sendiri oleh calon pelanggan.
4.Pelanggan membayar biaya bulanan sebesar Rp. _______________
5.Pelanggan dilarang menggunakan air bersih untuk keperluan produktif / komersil .
6.Pelanggan wajib menjaga keamanan jalur pipa air bersih.

Sangsi – sangsi

Pelanggan yang tidak membayar iuran bulanan selama 3 ( tiga ) bulan, akan dilakukan pemutusan saluran.

Penyambungan kembali akan dilakukan pengelola jika pelanggan telah membayar lunas tunggakan ditambah denda 50 % dari jumlah seluruh tunggakan.

Menyetujui
Calon Pelanggan





_______________________


Mengetahui
Ketua RW XIII Pengelola





KUSEN TAUFIK

Minggu, 24 Mei 2009

BANGUN MASJID BARU

Setelah 4 tahun tertunda, Panitia Pembangunan Masjid Al Huda Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas akhirnya dapat kembali berjalan. Masjid yang menurut RAB menelan biaya Rp. 791.763.000 tersebut murni swadaya masyarakat.

Ketua panitia yang sekaligus Kepala Desa Tiparkidul, Handoyo, SE memimpin kembali pembangunan tahap ke dua yang dimulai pada Jum'at Kliwon tanggal 20 Mei 2009.

Rabu, 20 Mei 2009

SETAHUN MWC NU AJIBARANG

Tak terasa lama MWC NU Ajibarang telah memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Rois Syuriah K. Zuhdi Azhari dan Tanfidziah Amrudin Ma'ruf.

Ada hal menarik dari kepengurusan yang baru kali ini. Pertama adalah adanya kesadaran dan upaya untuk merangkul semua komponen yang ada di lingkungan "kesepuhan " dan tokoh lama NU. Hal ini tercermin dengan masuknya tokoh lama seperti KH. Munawar Cholil, KH. Abdul Hamid Rusydi, Ahmad Sofyan, S.Pd dan beberapa tokoh lama lainnya. Hal ini tidak terlepas dari adanya asumsi bahwa generasi muda NU sedikit banyak telah meninggalkan saran, petuah dari para tokoh lama. Ini setidaknya yang "dituduhkan" kepada kepengurusan sebelumnya. Sehingga Ketua Tanfidziah setelah terpilih langsung bergerilya untuk meminta "do'a restu " dari tokoh lama.

Hal menarik kedua adalah, dengan kehadiran tokoh lama banyak "perbincangan " yang muncul yang kemudian menjadi program adalah sebuah program nostalgia. Satu contoh adalah pengajian ahad wage. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, forum tersebut tidak lebih sesungguhnya adalah sebuah agenda masa lalu yang dihidupkan kembali. " Pemaksaan " program tersebut, jika jujur kita analisis adalah sebuah kepentingan sekelompok yang terhubung langsung dengan para pelaku di masa yang lalu.

Ketiga adalah adanya upaya yang digagas oleh Ketua Tanfidziah untuk melakukan reorganisasi terhadap pengurus sekolah. Dalam langkah ini, ketua tanfidziah kelihatan sekali ragu - ragu dan ada sedikit nervous jika tidak boleh dikatakan "takut" dengan mengistilahkan reorganisasi pengurus sekolah dengan istilah penyegaran. Dan kenyataan membuktikan bahwa langkah tersebut menuai banyak kendala. Pasca sukses "pengkaderan" pengurus SMK Ma'arif NU I Ajibarang, MWC menuai kendala saat "penyegaran" Pengurus SLTP Ma'arif Ajibarang. Langkah ini serta merta berhenti di tengah jalan. Jika tidak keliru, SMA Ma'arif dan Mts Ma'arif tidak dilakukan penyegaran kepengurusan sekolah

Minggu, 03 Mei 2009

BABAD BANYUMAS

Sejarah Berdirinya Kabupaten Banyumas

Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :
a. Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.
b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.
c. Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.

Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA.

Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah "BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA" artinya tahun 1582.
Bila diartikan dengan kalimat adalah "KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN".


PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA
KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582

1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)
2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 - 1650)
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 - 1705
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 - 1780)
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 - 1816)
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830)
Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)
14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).
15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)
18. KPAA Gandasubrata (1913 - 1933)
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 - 1950)
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 - 1953)
21. R. Budiman (1953 -1957)
22. M. Mirun Prawiradireja (30 - 01 - 1957 / 15 - 12 - 1957)
23. R. Bayi Nuntoro (15 - 12 - 1957 / 1960)
24. R. Subagio (1960 -1966)
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 - 1998)
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 - 2008)
30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 - sekarang)