Halaman

Minggu, 24 Mei 2009

CONTOH KARYA TULIS UNTUK SMP

BAB I
PENDAHULUAN

I.LATAR BELAKANG

Perkembangan dunia pariwisata di Indonesia saat ini telah berkembang menjadi sebuah komoditas yang tidak saja menghasilkan devisa, tetapi telah memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan social budaya.
Area wisata semacam Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Impian Jaya Ancol adalah salah satu contoh. Di Ancol hampir keseluruhan area bermain sudah menggunakan teori – teori yang ada didalam pelajaran fisika. Sementara di TMII kita disuguhi berbagai hal yang terkait dengan budaya daerah. Ini mengandung maksud untuk memperkokoh persatuan dan memberikan khasanah budaya bangsa.
Berdasar uarian diatas, maka penulis mengadakan kunjungan ke daerah wisata di Jakarta.

II.TUJUAN
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka tujuan dari pembuatan karya tulis ini adalah :
1.Menumbuhkan kesadaran akan persatuan dan keanekaragaman budaya bangsa.
2.Menambah pengetahuan yang relevan dengan pelajaran yang terdapat dilokasi wisata.
3.Memenuhi syarat untuk mengikuti UAS / UAN.

BAB II

SEJARAH JAKARTA

A.SEJARAH JAKARTA
•Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
•22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari j adi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
•4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
•1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.
•8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
•8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
•September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
•20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
•24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
•18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
•Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
•31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
•Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota, selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamdaya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu )
Walikota dan Gubernur Terdahulu
•Suwiryo, Walikota (1945 - 1951)
•Sjamsuridjal, Walikota (1951 - 1953)
•Sudiro, Walikota (1953 - 1960)
•Dr. Sumarno, Mayjen (Purn) TNI AD, Gubernur (1960 - 1965)
•Henk Ngantung, Gubernur (1964 - 1965)
•H. Ali Sadikin, Letjen (Purn) TNI AL/Marinir, Gubernur (1966 - 1977)
•H. Tjokropranolo, Letjen (Purn) TNI AD, Gubernur (1977 - 1982)
•R. Soeprapto, Mayjen (Purn) TNI AD, Gubernur (1982 - 1987)
•Wiyogo Atmodarminto, Letjen (Purn) TNI AD , Gubernur (1987 - 1992)
•SurJadi Soedirdja, Letjend (Purn) TNI AD, Gubernur (1992 - 1997)
•Sutiyoso , Letjend (Purn) TNI AD, Gubernur (1997 - 2007)


B.LETAK GEOGRAFIS JAKARTA

1.Iklim
Jakarta beriklim tropis, dengan suhu tahunan rata-rata 27 C dengan kelembaban 80 - 90%. Karena terletak di dekat garis khatulistiwa, arah angin dipengaruhi oleh angin musim. Angin musim barat bertiup antara November dan April, sedang angin musim timur antara Mei dan Oktober. Suhu sehari-hari kota Jakarta dipengaruhi angin laut yang nyaman karena di sepanjang pantai. Curah hujan rata-rata 2.000 Mm, curah hujan paling besar sekitar bulan Januari dan paling kecil pada bulan September

2.Kondisi Geologis

Seluruh dataran terdiri dari endapan Pleistocene terdapat ± 50 M di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri atas lapisan alluvial, sedang dataran rendah pantai merentang ke bagian pedalaman sekitar 10 Km. Di bawahnya terdapat lapisan endapan yang lebih tua yang tidak tampak pada permukaan tanah karena tertimbun seluruhnya oleh endapan alluvium. Di wilayah bagian utara baru terdapat pada kedalaman 10-25 M, makin ke selatan permukaan keras semakin dangkal 8- 15 M. Pada bagian kota tertentu terdapat juga lapisan permukaan tanah yang keras dengan kedalaman 40 M.

3.Letak Geografis

Luas :650KM2/ 65.000 H.a
Letak : 106°22`42" BT sampai 106°58`18" BT -5°19`12" LS sampai -6°23`54" LS

4.Letak Topografi

Ketinggian Tanah : 0 - 10 M di atas permukaan laut ( dari titik 0 Tg.Priok)
5 - 50 M di atas permukaan laut ( dari Banjir Kanal sampai batas selatan DKI Jakarta






BAB III
LOKASI WISATA

A.MASJID ISTIQLAL
Masjid Istiqlal yang terletak di Jakarta, Indonesia merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini boleh menampung lebih daripada 100,000 jemaah pada satu masa. Siap pada 1961, Masjid Istiqlal menjadi monumen penting dan simbol kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia. Kerana itulah ia dinamakan ”Istiqlal” (merdeka).

Menteri Agama Republik Indonesia yang pertama dan ayah kepada Presiden Abdurrahman Wahid, KH Wahid Hasyim adalah orang pertama yang mencetuskan idea pembangunan Masjid Istiqlal. Pada 1950, beliau bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Cokroaminoto dan Ir. Sofwan serta beberapa tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqqorrahman mengusulkan idea tersebut dan mencadangkan pembentukan Yayasan Masjid Istiqlal.
Idea tersebut dipersetujui oleh Ir. Sukarno dan pada 7 Disember 1954 terbentuklah Yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai Anwar Cokroaminoto di Lapangan Merdeka (kini Taman Monumen Nasional), Jakarta. Sukarno sendiri menjadi ketua juri bagi mencari seni reka masjid yang bercirikan Indonesia. Hasil satu sayembara, dewan juri yang terdiri daripada Prof. Ir. Rooseno, Ir. H. Djuanda, Prof. Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh dan Oemar Husein Amin akhirnya pada 5 Julai 1955 memilih model Frederich Silaban sebagai pemenang untuk seni bina Masjid Istiqlal.

Pada pertengahan tahun 1960 perancangan pembinaan Masjid Istiqlal terganggu seketika kerana terpengaruh dengan suasana politik Indonesia. Namun akhirnya pada 24 Ogos 1961 tiang pancang pertama berjaya ditanam menandakan permulaan pembinaannya. Dan pada 22 Disember 1978, ia dirasmikan oleh Presiden Suharto.
Bangunan masjid terdiri daripada lima tingkat dengan bangunan induk seluas satu hektar dan disokong 12 tiang utama. Diameter kubahnya berukuran 45 meter dengan bahagian luar diliputi marmar buatan Jerman. Bahagian puncaknya dipasang hiasan khas berbentuk bulan dan bintang yang berukuran tiga meter manakala bahagian dalam kubah yang cekung berwarna kelabu kehitaman.
Seni bina masjid ini menyerupai gaya Arab dengan tangga di penjuru setiap tingkat. Lantai untuk muazin berada pada ketinggian 66.6 meter dengan halaman yang luas dan dilengkapi air pancutan di tengah kolam.

Keseluruhan bangunan masjid berada di kawasan strategik di Taman Wilhelmina yang dihubungkan dengan Sungai Ciliwung yang membelah kota Jakarta.
Masjid Istiqlal Jakarta direka khas dengan identiti Indonesia. Fungsinya adalah sebagai pusat kegiatan dan aktiviti kemasyarakatan dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya. Tingkat bawah masjid digunakan untuk pelbagai keperluan yang berkaitan dengan aktiviti kemasyarakatan seperti pejabat Dewan Masjid Indonesia, Masjid Ulama Indonesia, Lembaga Pengembangan Tilawah al-Quran, Taman Kanak-kanak Islam dan pentadbiran Badan Pengelola Masjid (BPPMI).
Bersebelahan dengan masjid ialah Jabatan Agama yang memainkan peranan pejabat sebagai kadi dan wali agama dalam beberapa bahagian kenegaraan. Terletak di belakang istana, Masjid Istiqlal juga terletak berhampiran dengan lembaga pemerintah seperti Mahkamah Agung, Jabatan Dalam Negeri dan Markas Besar Angkatan Darat yang terletak di Jalan Merdeka Utara.

Masjid Istiqlal memainkan peranan menyeluruh dalam mendekatkan masyarakat terhadap aktiviti-aktiviti masjid. Selain solat berjemaah lima waktu, terdapat juga pengajian mendalami ilmu-ilmu agama yang disampaikan oleh ulama-ulama dalam bidang berkaitan. Kadang kala, terdapat juga pameran dan seminar serta program untuk masyarakat. Sambutan hari kebesaran Islam seperti Israk Mikraj, Nuzul Quran dan Maal Hijrah disambut di masjid manakala Maulidur Rasul diadakan di Istana Merdeka.

B.TUGU MONAS

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade1960an.
Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.
Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.
Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur, Minggu atau libur sekolah banyak masyarakat yang berkunjung ke sini.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 137 m.Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).
Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.
Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".
Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan RI.
Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.

C.TAMAN MINI INDONESIA INDAH

Tiada ketenaran tanpa awal gagasan dan karya yang mewujudkannya. Ketenaran Taman Mini "Indonesia Indah" di seluruh Nusantara dan di berbagai bagian dunia, tidak dapat dilepaskan dari pangkal tolaknya yang berupa gagasan yang terdengarnya sederhana tetapi mengandung nilai yang sangat tinggi.
Gagasan ini berupa keinginan atau cita-cita untuk membangkitkan rasa bangga dan tebalnya rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa, Indonesia. Gagasan ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Cita-cita ini diutarakan sebagai gagasan untuk mendirikan suatu tempat rekreasi yang mampu menggambarlan kebesaran dan keindahan Indonesia dalam bentuk miniatur. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no.8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970.

Sebagai pemrakarsa, Ibu Tien Soeharto (Ibu Negara) telah melihat jauh ke depan akan pentingnya menciptakan suatu bangunan miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya, kekayaan alam, kebudayaan dan kekayaan lainnya. Bertekad cita-cita ini, dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.
Prakarsa Ibu Negara ini bersumber pada kenyataan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan di berbagai segi dan sumber. Pulaunya yang berjumlah belasan ribu. kelompok etnisnya yang memiliki ciri-ciri khas masing-masing, dalam bahasa, adat istiadat, perilaku tutur kata dan sebagainya, serta sumber daya alamnya yang sangat kaya ini tidak terlepas dari pengamatan Ibu Negara untuk melahirkan gagasan yang mulia dan sangat bermanfaat bila terwujud.

Tentulah ada asas-asas filsafat yang dijadikan landasan pendirian proyek miniatur ini. Kekokohan hasil proyek ini terbentuk berkat filsafat yang berpangkal pada amanat-amanat Presiden Republik Indonesia yang pada intinya ialah keseimbangan usaha pembangunan fisik dan ekonomi dengan pembangunan mental spiritual. Filsafat inilah yang menjadi batu pijakan pembangunan dan pengembangan Proyek Miniatur "Indonesia Indah". Filsafat ini dijadikan pilihan landasan karena Ibu Negara sadar dan melihat bahwa pada awal pembangunan yang dilaksanakan pada akhir tahun 1960-an belum mendapatkan perhatian semestinya. Karena kesadaran dan perhatian beliau inilah, beliau berprakarsa pelaksanaan pembangunan mental spiritual.
Secara lebih rinci ada lima aspek dan prospek yang dijadikan baik pijakan pembangunannya maupun pandangan dalam pengembangannya. Kelimanya ini ialah spiritual, pendidikan dan kebudayaan, teknologi, ekonomi, dan kesejahteraan. Pegangan teguh pada aspek dan prospek ini dapat dirasakan dan dilihat pada pengembangan yang telah berlangsung selama ini.

Aspek dan prospek spiritual serta pendidikan dan kebudayaan tidak terlepas dari pandangan Presiden Soeharto. Mengenai aspek dan prospek spiritual beliau menyatakan bahwa setiap usaha pembangunan ekonomi tidak mungkin dilakukan tanpa pembangunan mental, spiritual, rohaniah dan sosial. Mengenai pendidikan dan kebudayaan beliau mengungkapkan bahwa putra-putri harus menyiapkan diri sejak sekarang. melatih diri dan mengasah otak belajar berorganisasi dan mulai membaktikan diri kepada masyarakat, mencintai alam dan bangsanya sendiri. bangga kepada kebudayaannyan sendiri dan mau belajar hal-hal yang baik dari luar tanpa kehilangan kepribadian nasionalnya sendiri, berusaha sendiri dan selalu ingin mengetahui hal-hal baru agar dapat maju, mencintai kerja dan berusaha mencapai prestasi yang tinggi.
Mengenai aspek dan prospek teknologi, kata-kata Neil Armstrong, angkasawan Amerika, manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan, a little step of a man, a giant step of mankind yang artinya langkah kecil manusia tetapi berupa loncatan raksasa kemanusiaan, merupakan dambaan dalam membangun dan mengembangkan Proyek Miniatur "Indonesia Indah" ini. Hanya dengan teknologi yang ditulang-punggungi ilmu, manusia dapat melangkah maju dalam mewujudkan keinginan peningkatan ke arah ekonomi dan kesejahteraannya.
Selanjutnya mengenai aspek dan prospek ekonomi, kata-kata Presiden Soeharto menjadi pegangannya. Dikatakan oleh beliau bahwa, "Pembangunan ekonomi berarti pengolahan kekuatan ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil melalui pananaman modal, penggunaan teknologi, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen". Aspek dan prospek ini tidak terlepas dari aspek dan prospek berikutnya, yaitu kesejahteraan. Oleh Presiden Soeharto, dikatakan bahwa "Cita-cita kita adalah suatu masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila, kita ingin kehidupan kita lebih baik, makin maju, bertambah sejahtera dan adil".

Kelima aspek dan prospek tersebut saling berkait. Kaitan inidalam pembangunan dan pengembangan Proyek Miniatur "Indonesia Indah terlihat nyata bila kita melihat taman miniatur ini secara keseluruhannya. Secara keseluruhan di sini melibatkan penglihatan kita terhadap wujud fisik, yang berupa bangunan, yang mengandung aspek dan prospek spiritual, pendidikan dan kebudayaan, teknologi, dan sarana dalam meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan, dan wujud program pergelaran yang mengandung aspek dan prospek spiritual, pendidikan dan kebudayaan, teknologi serta ekonomi dan kesejahteraan. Jelaslah bahwa baik dari pandangan fisik maupun langkah operasional. Proyek Miniatur ini erat berpegang pada aspek dan prospek pembangunannya.
Dengan filsafat ini sebagai landasan, ada sasaran yang ingin dijangkau oleh pendiri taman miniatur, yaitu meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengertian kepada bangsa-bangsa lain tentang Indonesia yang sebenarnya. Ke dalam sendiri, jangkauan pelaksanaan proyek ini ialah terjadinya proses pendidikan dan peningkatan pengetahuan bangsa sendiri mengenai tanah airnya, sehingga terpupuklah rasa cinta kepada tanah airnya. Inilah sebetulnya misi didirikannya taman miniatur ini.
Misi dan Sasaran Pendirian
Pengembangan misi seperti ini bukan dilakukan tanpa pertimbangan dan tujuan yang pasti. Misi ini diemban karena adanya kenyataan bahwa masyarakat Indonesia pada tahun-tahun 1960-an diguncang oleh prahara yang hampir mencelakakan seluruh bangsa. Kebudayaan kita hampir musnah terlindas oleh malapetaka yang sangat dahsyat. Keadaan yang tragis ini harus dipulihkan dan kebudayaan bangsa harus diangkat kembali menjadi kebudayaan yang agung seperti pada awalnya.
Misi pendirian taman miniatur ini tidak dapat dilepaskan pula dari taraf pendidikan, ekonomi, dan kepeduliannya terhadap kebudayaan bangsa, serta rasa persatuan dan kesatuan. Pada waktu itu taraf ekonomi yang sangat rendah sehingga menghambat perkembangan pendidikan mereka, telah menimbulkan ketidakacuhan pada perkembangan budaya bangsa. Peristiwa yang baru-baru saja terjadi, telah memporak-perandakan kesatuan bangsa. Inilah juga kenyataan yang dijadikan latar belakang pemikiran dalam pengembangan gagasan pendirian proyek miniatur ini. Tak dapat disangkal lagi bahwa taman miniatur ini merupakan sarana yang sangat strategis bagi perwujudan misi yang sangat berat untuk dilaksanakan tetapi sangat mulia.
Jangkauan lain pendirian taman miniatur ini bersegi ekonomi. Dengan berdirinya taman miniatur ini tersedialah sarana wisata yang akan dapat menarik kunjungan wisata, bukan saja dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara. Kunjungan wisatawan dari mancanegara, bukan saja dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan dan pemasukan keuangan bagi peningkatan perekonomian nasional, tetapi juga pengenalan adat-istiadat bangsa Indonesia, kekayaan alamnya serta keanekaragaman kebudayaan pada umumnya. Pengenalan ini akan mempunyai pula dampak yang menguntungkan bagi peningkatan kesejahtaraan bangsa.
Dengan tujuan sebagai penjabaran misi taman ini, ada sasaran yang ingin dicapai. Sasaran ini secara rinci adalah sebagai uraian dalam butir-butir berikut:
•Membangun atau mempertebal rasa cinta tanah air.
•Memupuk dan membina rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang terdiri atas berbagai suku dengan berbeda-beda adat dan kebudayaan daerahnya.
•Menghargai dan menjunjung tinggi kebudayaan nasional dengan menghidupkan kembali kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa.
•Memperkenalkan adat-istiadat, kebudayaan dan perilaku kehidupan bangsa dan daerah kepada bangsa lain.
•Meningkatkan arus wisatawan sehingga dapat mendorong menghidupkan kerajinan rakyat di daerah-daerah.
•Menyediakan sarana rekreasi yang bersifat pendidikan masyarakat.


Keabsahan dan kekokohan pendirian Taman Mini "Indonesia Indah" didasarkan landasan hukum, yaitu di antaranya adalah pendirian Yayasan Harapan Kita dan surat-surat keputusannya dalam melaksanakan proyek pembangunan dengan nama Proyek Miniatur "Indonesia Indah". Di samping itu, dikeluarkannya Surat Keputusan Yayasan Harapan Kita No.II/Kpts/YHK-VIII/72 yang meresmikan Bapak Presiden Republik Indonesia sebagai pelindung pembangunan Proyek tersebut, sebagai tindak lanjut atas persetujuan dan restu dari Bapak Preseiden RI dan kesediaan beliau sebagai pelindung pendirian proyek ini, melalui surat No. B-1 04/Pres/8/1971, tertanggal 20 Agustus 1971. Dengan surat-surat ini maka TMII mempunyai latar belakang kekuatan hukum dalam pembangunannya.
Uraian mengenal Logo dan Maskot
Sebagai lazimnya suatu badan atau yayasan, Taman Mini "Indonesia Indah" memiliki logo yang pada intinya terdiri atas dua huruf I dan I. Kedua huruf ini mewakili nama "Indonesia Indah". suatu nama yang diberikan kepada proyek miniatur pembangunannya. Nama "Indonesia Indah" bukan sekadar nama, tetapi mempunyai makna dan cerminan keinginan luhur akan dikenalnya Indonesia yang indah dan dilestarikannya keindahan ini.
D. LUBANG BUAYA
Lubang Buaya adalah sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September pada 30 September 1965. Secara spesifik, sumur Lubang Buaya terletak di Kelurahan Lubang Buaya di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Lubang Buaya pada terjadinya G30S saat itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Saat ini di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum diorama, sumur tempat para korban dibuang, serta sebuah ruangan berisi relik.
Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan bahwa ada buaya-buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan itu.

BAB IV
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dengan adanya kunjungan ke dunia wisata di wilayah Jakarta ini dapat disimpulkan :
a.Menambah wawasan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
b.Menambah wawasan akan budaya yang dimiliki Bangsa dan Negara.
c.Memberikan khasanah pengetahuan.
B.SARAN
Dari kegiatan tersebut maka penulis mempunyai beberapa saran :
a. Kegiatan tersebut agar dilaksanakan lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
b. Lebih banyak lagi daerah yang dikunjungi dengan pertimbangan mempunyai korelasi dengan dunia pendidikan.

Sabtu, 23 Mei 2009

PENYEBAB DISONANSI MORAL

Modul “ 3 “ dibagi dalam 2 kegiatan belajar :
1.Kegiatan Belajar Mengenai Disonansi Moral
2.Kegiatan Belajar Mengenai Penyebab Disonansi Moral

Kegiatan Belajar I “ Disonansi Moral “
Hakikat anak sebagai manusia pada umumnya memiliki 3 tenaga dalam yaitu id, ego dan super ego yang akan memberikan pengaruh untuk melakukan berbagai kegiatan positif maupun negative. Sebagai guru Taman Kanak – Kanak Anda harus mencermatinya agar dapat memberikan motivasi untuk mengarahkan pada kegiatan yang positif. Pendidikan sangat berarti bagi anak didik jika mampu membuahkan hasil yaitu adanya perubahan sikap dan perilaku kearah positif.
Istilah id mempunyai pengertian suatu dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang untuk mendahulukan rasa, enak, mencapai kenikmatan dan nafsu belaka.
Ego adalah ibarat suatu dorongan atau tenaga dalam yang berasal dari jiwa atau diri seseorang yang berfungsi menyeimbangkan kemauan / dorongan yang bersumber dari id, dengan mencoba mengarahkan dorongan tersebut pada kenyataan, pengalaman hidup / fakta nyata dalam kehidupan manusia.
Super ego adalah dorongan / tenaga dalam yang berungsi sebagai alat control terhadap seluruh dorongan yang berasal dari kemauan id. Kontrol dari super ego berasal dari ajaran agama, moral / norma yang diajarkan dan diterima manusia.
Sebuah fragmen tentang id “ Seorang anak disuruh mandi sore oleh ibunya ia tetap ingin bermain dan tidak perlu mandi ( id ). Kemudian ibunya menasehati dan mengutip ucapan ibu guru di TK bahwa untuk menjaga kesehatan kita harus mandi ( super ego ). Lalu anak itu melihat teman – teman sebayanya sudah mandi. Tinggal dia sendiri yang belum mandi ( ego ). Maka peran disinlah peran orang tua / guru untuk mengarahkan segala kemampuan anak kearah yang positif dengan pendekatan pendidikan.

A.Disonansi Moral
Dalam teori Penanaman Moral dan Etika dikenal adanya disonansi moral yang berarti gema / getaran ajaran nilai ( echo ) yang ada pada diri manusia yang bersifat melemahkan suara hati dan prinsip – prinsip serta keyakinan dalam proses pendidikan maupun kehidupan. Lawan dari disonansi moral adalah resonansi yang justru mengukuhkan dan menekankan adanya gema / getaran norma dan moral yang telah diketahui seseorang dari proses pendidikan sebelumnya.

B.Ruang Lingkup Pembahasan

Disonansi yang berarti gema atau echo ada pada diri manusia dan bersifat melemahkan suara hati dan prinsip serta keyakinan dalam proses pendidikan maupun dalam kehidupan ( Kosasih Dj : 1996 )
Eksistensi disonansi adalah gema yang merupakan hambatan yang berusaha menentang dan menginternalisasi pendidikan dan pengetahuan nilai moral. Disonansi diistilahkan dengan Counter Cultural Value ( penghalang masuknya nilai – nilai budaya kehidupan )
Kondisi anak usia taman kanak – kanak tergolong dalam kondisi Heteronomus dalam menentukan pilihan sikap / perbuatan.
Menurut Sigmund Freud ( dalam Fawzia, 1996 : 27 ) kehidupan seseorang dikuasai oleh energi mental / psikisnya yang disebut libido. Prinsip kesenangan dan prinsip malitas. Liido manusia lebih lanjut Freud menjelaskan terpusat pada zona – zona tertentu pada tubuh manusia dalam waktu. Menurut Freud sebenarnya setiap manusia selalu berusaha sepuas mungkin untuk dan langsung mengurangi tegangan yang terdapat didalamnya dan akan mengurangi rasa sakit dan menimbulkan rsa senang. Misalnya menghisap jari.
Prinsip malitas juga dimiliki oleh manusia dan Freud menjelaskan bahwa itu merupakan prinsip sedikit melepaskan energi psikis, misalnya anak memukul temannya karena mengganggu dirinya dan menurut Freud dalam kaitannya menggunakan pendekatan structural karena manusia menggunakan struktur psikologis yang bertugas mengalirkan dorongan – dorongan / energi psikis dan berfungsi sebagai mediator ( perantara ) antara dorongan dan perilaku. Ada 3 struktur utama pada manusia yaitu id, ego dan super ego.
1.Id adalah sumber dan tempat dari dorongan biologis.
2.Ego adalah mekanisme untuk beradaptasi terhadap malitas.
3.Super ego adalah nilai – nilai yang ada dalam masyarakat dan orang tua / anggapan lainnya ( Miller , 1989 : Papalia & Olds, 1989 )

Kegiatan Belajar “ 2 “ Penyebab Disonansi Moral
A.Faktor - Faktor Munculnya Disonansi
Ada 4 faktor utama penyebab munculnya disonansi pada manusia :
a.Disonansi Kognitif
b.Disonansi Personal
c.Disonansi Sisio Politis
d.Disonansi Bawaan Ilmu Pengetahuan dan Pola Modernisasi

1.Disonansi Kognitif

Adalah pemahaman ilmu / pengetahuan yang mantap / mapan, kuata dan komprehensif yang dimiliki seseorang, ditambah pola pikir yang menggunakan dan bersifat rasional. Misalnya anak kecil berani membohongi ibunya dalam meminta uang untuk membeli sesuatu yang dia sukai padahal yang ia sukai justru dilarang oleh ibunya.

2.Disonansi Personal

Adalah kebutuhan dan kepentingan diri, ketegasan dan keadaan darurat, kekerabatan dan keluarga, keyakinan diri dan mitos, kebiasaan dan budaya, tugas dan jabatan serta hasrat untuk sukses dan kesenangan. Contoh yang menggambarkan hal tersbut diilustrasikan sebagai berikut :
a.Seseorang yang atas dasar kebutuhan dan kepentingan dirinya ( need and interests ), berbuat hal – hal yang negative asalkan keinginannya terpenuhi.
b.Seseorang dalam ketergesaan dan keadaan darurat ( immediacy and emergency ) mampu bertindak negative dimana saja.
c.Seseorang atas dasar kekerabatan dan keluarga ( kinship and family ) bisa berbuat negative sekedar memenuhi kebutuhan dirinya.
d.Seseorang yang memiliki keyakinan diri dan mitos ( belief and mythe ) mampu bertindak hal negative dan terlarang.
e.Seseorang dengan kebiasaan dan budaya ( habit and culture ) bisa mengarahkan perbuatan yang negative dan tidak baik.
f.Seseorang atas dasar tugas dan jabatan ( job and function ) dapat menyalahgunakan hal demi pemenuhan kebutuhan diri.
g.Seseorang hanya atas hasrat untuk sukses dan senang dapat melanggar aturan nilai, norma dan moral yang berlaku dalam kehidupan.

3.Disonansi Sosio Politis

Hal yang muncul dari disonansi sosio politis adalah ideology, ras dan kesukuan, nasionalisme dan sebagainya. Misalnya dunia pendidikan sudah menanamkan nilai moral dan norma, namun pihak pemerintah membiarkan semakin luasnya pornografi, porno aksi dan film – film kekerasan dan amoral yang diatayangkan secara bebas tanpa batas maka kondisi ini kontradiktif dengan memberikan pengaruh negative pada anak didik.

4.Disonansi berdasarkan bawaan ilmu pengetahuan, teknologi dan modernisasi.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki implikasi ganda yaitu bersifat positif dan negative karena anak usia Taman Kanak – Kanak sangat mudah mengakses apa yang diinginkan. Misalnya adalah dari makanan, mainan, hiburan dan lain sebagainya.

B.Respon Positif Sebagai Pendidik

Pendidikan tidak akan pernah berhenti dari perubahan karena dunia baru anak akan alami adalah suatu tantangan yang cukup serius untuk disikapi. Sebab menurut versi Neo Humanist Education ( 1999 ), pendidikan Neo Humanist memberikan pendidikan kepada seluruh bagian yang membentuk anak bukan hanya menghafal informasi / melatih anak untuk menjadi robot agar guru menjadi senang dan anak – anak itu akan mengeluarkan jawaban yang dikehendaki.



Modul “ 4 “ dibagi dalam 2 kegiatan belajar :
1.Pendekatan Pengembangan Moral bagi anak Taman Kanak – Kanak
2.Macam – Macam Pendekatan dan Metode Untuk Pengembangan Moral Anak Taman Kanak – Kanak

A.Konseptual Pendekatan Untuk Pengembangan Moral Anak

1.Hakikat Pendekatan
Menurut kamus bahasa Indonesia ( Balai Pustaka : 1990 ) pendekatan memiliki arti sebagai proses, perbuatan / cara untuk mendekati suatu aktifitas.
Menurut kamus bahasa Inggris arti pendektan adalah jalan untuk melakukan sesuatu ( John .M. Echol, et.al , 1995 ).
Dua arti pendekatan tersebut memiliki cirri kegiatan sebagai berikut :
a.Pendekatan adalah proses perjalanan waktu.
b.Pendekatan adalah upaya untuk mencapai sesuatu / melakukan sesuatu.
Dan pendekatan memiliki kriterai yang tidak asal – asalan.

2.Perbedaan Metode Dengan Pendekatan
Istilah pendekatan dalam dunia pendidikan juga dikenal dengan istilah metode. Maka metode memiliki makna sebagai suatu cara kerja yang bersistem, yang memudahkan melaksanakan suatu kegiatan guna mencapai tujuan.

3.Esensi Pemilihan / Penentuan Pendekatan Yang Tepat Dalam Kegiatan Belajar Mengajar
Setiap tindakan guru / orang tua dalam melakukan kegiatan pendidikan harus dilandasi dengan keputusan professional yang berdasarkan informasi dan pengetahuan yang meliputi 3 hal sebagai berikut :

a.Pengetahuan tentang belajar dan perkembangan anak
b.Pengetahuan tentang kekuatan, minat dan kebutuhan setiap individu anak didalam kelompoknya.
c.Pengetahuan tentang konteks sosial cultural dimana anak hidup.
Menurut Developmentally Appropiate Practice ( Al Mabrur, 2003 : 2 ) bahwa pengetahuan tentang konteks sosial cultural dimana anak hidup mampu memberikan pertimbangan bagi guru menjadikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak ( Meaning Full ) relevan dengan latar belakang anak dan menghargai keterlibatan anak dan unsure keluarganya.
Teknik – teknik membentuk tingkah laku anak meliputi memahami, mengabaikan, mengalihkan perhatian, keteladanan, hadiah perjanjian, membentuk, mengubah lingkungan rumah, menguji, mengajak, menantang, menggunakan akibat yang wajar dan alamiah, segesti, meminta, peringatan / isyarat, kerutinan dan kebiasaan, menghadapkan suatu problem, memilahkan perselisihan, menentukan batas – batas aturan, menimpakan hukuman, penentuan waktu dan jumlah hukuman, mengunakan pengendalian secara fisik.


Kegiatan Belajar “ 2 “ Macam – Macam Pendekatan Dan Metode Untuk Pengembangan Moral Anak Taman Kanak – Kanak

Untuk pengembangan nilai dan sikap anak dapat dipergunakan metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan – kebiasaan yang didasari oleh nilai – nilai agama dan moralitas agar anak dapat menjalani hidup sesuai dengan norma yang dianut didalam masyarakat. Dalam menentukan suatu pendekatan dan metode yang digunakan pada program kegiatan anak, guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan factor – factor yang mendukung seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar.
Bahwa anak TK pada umumnya adalah anak yang selalu bergerak, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat ( Curiosity ), senang bereksperimen, mampu mengekspresikan diri serta kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicara. Anak membutuhkan untuk bergerak, melompat, menendang dan melempar ( Depdikbud, 1984 : 11 ). Anak ingin memahami segala sesuatu yang dilihat dan didengar, serta segala sesuatu yang diamati oleh inderanya ( Hildebrand dalam Moeslichatoen, 1996 : 9 ).
Metode – metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia TK untuk pengembangan dan pembelajaran moral dan agama anak adalah sebagai berikut :
a.Bercerita
b.Karyawisata
c.Bernyanyi
d.Menucapkan sajak

1.Bercerita

Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya ( Golden & Brown dalam Moeslihatoen, 1996 : 21 ).
Melalui bercerita kita dapat mengkomunikasikan nilai – nilai budaya, nilai – nilai sosial, nilai – nilai keagamaan, menanamkan etos kerja, etos waktu, etos alam, mengembangkan fantasi anak, mengembangkan dimensi kognitif dan dimensi bahasa anak. Maka bercerita merupakan bagian terpenting yang disukai anak – anak bahkan orang dewasa ( Abd. Aziz AM, 2003 : 11 ) mengatakan bahwa cerita yang baik adalah cerita yang mendidik akal budi, imajinasi, etika seorang anak serta mengembangkan potensi anak yang ia miliki.
Macam – macam teknik mendongeng antara lain adalah membaca langsung dari buku cerita, menggunakan ilustrasi sustu buku dan meneruskan bercerita dengan boneka, bercerita melalui peran, menggunakan papan flannel, dengan majalah bergambar, bercerita melalui film strip, melalui lagu dan melalui rekaman audio.
Macam – macam teknik bercerita antara lain adalah membaca langsung dari buku cerita ( story reading ), menggunakan ilustrasi buku gambar ( story telling ), menggunakan papan fannel, menggunakan boneka ( sandiwara boneka ) atau bermain peran dalam suatu cerita.

2.Karyawisata

Karyawisata bagi anak TK berarti memperoleh kesempatan untuk observasi, memperoleh informasi, mengkaji segala sesuatu secara langsung ( Hildebrand dalam Moeslichatoen, 1996 : 20 ).
Karyawisata juga berarti membawa anak TK ke objek – objek tertentu sebagai pengayaan pembelajaran, pemberian pengalaman pembelajaran yang tidak mungkin diperoleh didalam kelas ( Welton & Mallon dalam Moeslichatoen, 1996 : 20 ) juga memberikan kesempatan anak untuk mengobservasi dan mengalami sendiri dari dekat ( Foster & Headley’s dalam Moeslichatoen, 1996 : 21 ). Sudut pandang karyawisata anak adalah sebagai berikut :
a.Manfaat Karyawisata Anak Usia Taman Kanak – Kanak
Manfaat karyawisata adalah antara lain untuk memperluas informasi, memberikan pengalaman nyata yang ada, dan dapat menambah wawasan ( Hildebrand dalam Moeslichatoen, 1996 : 62 )

b.Tujuan Karyawisata Anak Usia Taman Kanak – Kanak

Tujuan karyawisata adalah untuk dapat diarahkan pada pengembangan aspek perkembangan anak dan dapat dihubungkan dengan tema – tema yang ada pada pembelajaran anak seperti binatang, pekerjaan, kehidupan kota, desa, pesisir dan pegunungan.

c.Sasaran Penetapan Karyawisata Untuk Anak TK dalam ( GB PKB TK ) antara lain :

1)Menentukan sasaran karyawisata yang diprioristaskan
2)Menentukan criteria yang kita gunakan
3)Menetukan sasaran karyawisata yang dapat mengembangkan rasa kagum dan ingin tahu yang besar
4)Rancangan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dalam menentukan karyawisata antara lain persiapan, pelaksanaan dan penilaian

3.Bernyanyi

Anak dan kegiatan bernyanyi adalah sisi yang tidak dapat dipisahkan. Penerapan metode menyanyi adalah suatu pendekatan pembelajaran yang secara nyata mampu membuat anak senang dan bergembira.
Lagu yang baik bagi anak adalah lagu yang memperhatikan criteria anatara lain :
a.Syair / kalimatnya tidak terlalu panjang
b.Mudah dihafal anak
c.Ada misi pendidikan
d.Sesuai dengan karakter dan dunia anak
e.Nada yang diajarkan mudah dikuasai anak

4.Sajak

Sajak memiliki kesamaan dengn syair ( dalam bahasa Arab ) yang memiliki makna kumpulan kata yang memiliki persamaan bunyi ( ritme ) terutama pada akhir baris ( kamus bahasa Indonesia, 1990 : 768 )


Modul Pembelajaran “ 5 “ Dibagi Menjadi Dua Kegiatan Belajar :
1.Kegiatan Belajar “ Materi Inti Dan Contoh Penyusunan Perencanaan Penanaman dan Pengembangan Moral Anak Taman Kanak – Kanak “
2.Kegiatan Belajar “ Penyusunan Strategi Dalam Pengembangan Moral Anak Taman Kanak – Kanak

Kegiatan Belajar I
A.Subtansi Pesan ( Materi Inti ) Pengembangan Moral Dari Garis – Garis Besar Program Kegiatan Belajar Taman Kanak – Kanak
Program pembentukan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari – hari anak di TK. Melalui program ini anak diharapkan akan dapat melakukan kebiasaan yang baik. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang meliputi pembentukan moral agama, Pancasila, perasaan / emosi, kemampuan bermasyarakat dan disiplin.
B. Subtansi Pesan ( Materi Inti ) Pengembangan Moral Dari Kurikulum Berbasis Kompetensi
Menurut versi kurikulum berbasis kompetensi untuk TK dalam hal pengembangan moral bagi anak TK di kenal dengan istilah pengembangan moral dan nilai – nilai agama ( Kurikulum Berbasis Kompetensi TK, 2003 : 39 – 40 ). Ruang lingkup materi inti meliputi :
a. Kompetensi dasar
b. Hasil belajar
c. Indikator
C. Subtansi Pesan ( Materi Inti ) Pengembangan moral Dari Menu Pembagian Anak Usia Dini ( Pra Sekolah )
Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan nilai – nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesame ( Acuan Menu Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Diklusepa, 2002 : 14, 22 – 23 ).

























Kegiatan Belajar “ 2 “ Penyusunan Strategi Dalam Pengembangan Moral Anak Taman Kanak – Kanak
Moral anak taman kanak – kanak
A. Implikasi / Contoh Penyusunan Strategi
1. Latihan hidup tertib dan teratur
2. Aturan dalam melatih sosialisasi
3. Menanamkan sikap teleransi dan tenggang rasa
4. Merangsang sikap berani, bangga, bersyukur dan bertanggungjawab
5. Latihan pengendalian emosi
6. Melatih anak untuk dapat menjaga diri

SEJARAH BERDIRINYA NAHDLATUL ULAMA

Keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana--setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan.

Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme, merespon Kebangkitan Nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) 1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi'dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.
Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.
Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebsan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar.
Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

SEMBILAN PEDOMAN BERPOLITIK WARGA NU

1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945;

2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat;

3. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama;

4. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan moral, etika, dan budaya yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;

5. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan peraturan dan norma-norma yang disepakati serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama;

6. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaq al karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah;

7. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama, dengan dalih apa pun, tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan;

8. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu’ dan saling menghargai satu sama lain, sehingga di dalam berpolitik itu tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama;

9. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyatukan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan.

Rabu, 20 Mei 2009

KEMENANGAN SLAMET IBNU ANSORI


Pemilu legislative 2009 yang telah berlangsung sungguh memberikan gambaran yang sangat luar biasa bagi penikmat politik. Kemenangan Partai Demokrat telah mengubah paradima politik yang ada. Jika Golkar dahulu dapat menguasai peta politk adalah merupakan hal yang sangat wajar. Karena Golkar telah merengkuh semua sendi birokrasi. Lain halnya dengan Partai Demokrat.

Bagi warga NU sendiri, pemilu 2009 adalah merupakan pukulan yang telak bagi kelangsungan politik warga NU itu sendiri. Carut marutnya PKB yang berujung pada dua kepemimpinan antara Muhaimin dan Gus Dur adalah hal sangat tidak cerdas, tradisional dan mencerminkan watak warga NU itu sendiri. Sementara kehadiran PKNU justru membuat daftar panjang kegagalan politik warga NU. Walaupun disana banyak kyai sekalipun, ternyata tidak serta merta membawa PKNU pada peta yang diperhitungkan. Bandingkan dengan Gerindra yang hanya mengandalkan sosok Prabowo. Ironis bukan ? Ini mestinya dapat untuk berkaca bagi warga NU tak terkecuali para kyai yang terlibat didalamnya. Pengaruh mereka ( kyai ) ternyata tidak signifikan dalam muraup perolehan suara di pemilu 2009.

Pada tingkat local di Ajibarang sendiri, PKB pasca pemilu 1999, PKB dijauhi oleh para tokoh ( kyai ) NU di lingkungan NU. Hal ini tak terlepas dari konflik kepentingan dalam dukung mendukung figure ketua tanfidz. Dari KH. Bachir Suchaimi kepada Slamet Ibnu Anshori. Sehingga banyak tokoh dari kaum sesepuh yang bersikap “diam” dalam pemilu 2004. Tetapi bahwa politik adalah politik. Dengan penuh kekurangan yang dimiliki, Slamet IA berusaha mengumpulkan “ balung tugel “ yang telah lama di biarkan. Konsep bahwa pemilu bukan mbaranggawe lima tahunan juga diterapkan dengan tetap menjalin komunikasi dengan konstituen. Kehadiran tokoh muda yang “sangat” berpaling dengan kaum sesepuh, sedikit banyak membantu pada perolehan suara 2004. Walaupun PKB secara umum mengalami penurunan, PKB Ajibarang mampu mengalahkan Pekuncen yang secara cultural lebih mendukung pada warna hijau.

Konsep bahwa pemilu bukan mbaranggawe lima tahunan, diterapkan betul oleh PKB Ajibarang ( Slamet IA ) dengan memanfaatkan kedudukannya sebagai legislative untuk membantu kepentingan masyarakat. Kepentingan sosial semacam proposal pembangunan, pemilihan kepala desa dan kepentingan sosial lain tidak luput dari jamahan PKB Ajibarang. Strategi ini telah menampar tokoh dan asumsi politik warga NU di Ajibarang. Ketokohan tidak berpengaruh signifikan dalam hal meraup suara konstituen. PKNU yang jelas – jelas mengusung calon legislative dari kalangan kyai misalnya, tidak mendapatkan hati yang cukup dimasyarakat. Entah karena persoalan apa yang terjadi pada masyarakat kita, tetapi yang jelas adalah bahwa politik tidak sekedar tokoh, tetapi kearifan, keteladanan dan pembuktian agaknya menjadi penilaian tersendiri di masyarakat dewasa ini.

Perolehan suara yang fantastis dari Slamet Ia adalah bukti dari kenyataan diatas.Betapapun Slamet dijauhi oleh kalangan "tradisional", tetapi pemberian "berkah" dewan adalah menjadi point tersendiri dari pada sebuah ketokohan semata.

SETAHUN MWC NU AJIBARANG

Tak terasa lama MWC NU Ajibarang telah memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Rois Syuriah K. Zuhdi Azhari dan Tanfidziah Amrudin Ma'ruf.

Ada hal menarik dari kepengurusan yang baru kali ini. Pertama adalah adanya kesadaran dan upaya untuk merangkul semua komponen yang ada di lingkungan "kesepuhan " dan tokoh lama NU. Hal ini tercermin dengan masuknya tokoh lama seperti KH. Munawar Cholil, KH. Abdul Hamid Rusydi, Ahmad Sofyan, S.Pd dan beberapa tokoh lama lainnya. Hal ini tidak terlepas dari adanya asumsi bahwa generasi muda NU sedikit banyak telah meninggalkan saran, petuah dari para tokoh lama. Ini setidaknya yang "dituduhkan" kepada kepengurusan sebelumnya. Sehingga Ketua Tanfidziah setelah terpilih langsung bergerilya untuk meminta "do'a restu " dari tokoh lama.

Hal menarik kedua adalah, dengan kehadiran tokoh lama banyak "perbincangan " yang muncul yang kemudian menjadi program adalah sebuah program nostalgia. Satu contoh adalah pengajian ahad wage. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, forum tersebut tidak lebih sesungguhnya adalah sebuah agenda masa lalu yang dihidupkan kembali. " Pemaksaan " program tersebut, jika jujur kita analisis adalah sebuah kepentingan sekelompok yang terhubung langsung dengan para pelaku di masa yang lalu.

Ketiga adalah adanya upaya yang digagas oleh Ketua Tanfidziah untuk melakukan reorganisasi terhadap pengurus sekolah. Dalam langkah ini, ketua tanfidziah kelihatan sekali ragu - ragu dan ada sedikit nervous jika tidak boleh dikatakan "takut" dengan mengistilahkan reorganisasi pengurus sekolah dengan istilah penyegaran. Dan kenyataan membuktikan bahwa langkah tersebut menuai banyak kendala. Pasca sukses "pengkaderan" pengurus SMK Ma'arif NU I Ajibarang, MWC menuai kendala saat "penyegaran" Pengurus SLTP Ma'arif Ajibarang. Langkah ini serta merta berhenti di tengah jalan. Jika tidak keliru, SMA Ma'arif dan Mts Ma'arif tidak dilakukan penyegaran kepengurusan sekolah

Minggu, 17 Mei 2009

RENCANA USAHA

RENCANA USAHA


Nama Usaha : YANI’S BAKERY
Nama Penyusun Rencana Usaha : HARYANI
Tanggal : 16 MEI 2009
Alamat :
(a) Alamat Kantor ( tempat usaha ) : Jl. Raya Sokaraja
Telpon 081 327 923 447
(b) Alamat Rumah : Suro, RT 07 / 01 Kalibagor
Banyumas
Telpon 081 327 923 447


Nopember 2008
Penyusun


HARYANI

A.Deskripsi Usaha Saya
Usaha saya termasuk dalam kelompok usaha :
 Pembuat barang  Pedagang eceran  Layanan jasa
( manufaktur )
 Pertanian  Usaha baru  Usaha yang telah ada

Usaha saya merupakan usaha dipembuatan barang bidang tata boga. Usaha saya adalah Toko Bakery yang menyediakan berbagai macam kue.

B.Keterangan Rinci Tentang Orang Yang Menyusun Rencana Usaha
1.Pengalaman sebelumnya yang relevan ( tanggal, bulan, tahun )

2.Pendidikan dan pelatihan yang telah saya ikuti ( tanggal, bulan, tahun )
Pendidikan Saya adalah SMK bidang keahlian Tata Boga, di SMK N 3 Purwokerto. Selama tiga tahun sejak 2006 – 2009. 30 September 2007 s.d 27 Februari 2008 Prakerin di Java Kitchen ( Jakarta )
C.Penilaian Terhadap Pasar
1.Pelanggan saya dapat dideskripsikan sebagai berikut
Pelanggan saya dideskripsikan dari anak – anak, remaja sampai dengan orang tua.
2.Jumlah atau volume yang ada dipasar ( pesaing )
Jumlah pesaing ada 4 bakery
3.Proyeksi masa depan volume di pasar
Proyeksi masa depan volume di pasar adalah semakin meningkat dan semakin meluas sampai luar kota
4.Kekuatan utama pesaing usaha saya adalah
Kekuatan utama pesaing usaha saya adalah Dia sudah senior dan sudah lama berdiri, jadi sudah punya banyak pelanggan.
5.Kelemahan utama pesaing usaha saya adalah
Kelemahan utama pesaing usaha saya adalah dia bukan lulusan yang sesuai dengan usahanya.

D.Rencana Pemasaran
1.Produk ( barang atau jasa )
PRODUK ATAU JENIS – JENIS PRODUKKARAKTERISTIK YANG PENTING
Kue basah : Bolu Gulung
Cake Tidak mengguakan pewarna buatan






2. Harga
PRODUK ATAU JENIS – JENIS PRODUK HARGA PABRIK ( BIAYA PRODUKSI ) HARGA JUAL HARGA YANG DITAWARKAN OLEH PESAING
Bolu Gulung Rp. 10.000 / bh Rp. 12.000 / bh Rp. 11.500 / bh
Cake Rp. 12.000 / bh Rp. 14.000 / bh Rp. 15.000 / bh


RABAT AKAN DIBERIKAN KEPADA : Konsumen yang membeli dengan jumlah lebih dari 10
Pembayaran dengan kredit akan diberikan kepada : ---

3. Tempat
a. Alasan memilih tempat ini
ALAMAT LUAS LANTAI ( M2 ) MENYEWA ATAU BIAYANYA
Jl. Raya Sokaraja 10 x 10 M2 Tempat sendiri

b. Alasan memilih tempat ini
Karena ditempat tersebut banyak orang yang sering berkunjung. Jadi kemungkinan untuk laris adalah sangat besar.
c. Cara pendistribusian produk ( pilih salah satu )
Saya akan menjual barang atau jasa saya kepada :
 Langsung ke pelanggan  Pengecer  Grosir
d. Alasan memilih cara pendistribusian tersebut :
Biar kita lebih mengetahui karakteristik pelanggan kita
4. Promosi dan Iklan
JENIS PROMOSI BIAYA PROMOSI
Spanduk 2 x 3 M 1 buah Rp. 100.000,-
Selebaran 500 buah Rp. 1.500.000,-

E. Organisasi Perusahaan
1. Usaha saya akan didaftarkan sebagai :
 Usaha kepemilikan tunggal  Koperasi
 Kemitraan  Usaha Kelompok
 Perusahaan  Lain – Lain
2. Nama perusahaan yang saya usulkan
3. Susunan personalia / karyawan di perusahaan saya adalah sebagai berikut :
( Lampirkan struktur organisasi dan uraian tugas )
JABATAN / TUGAS GAJI BULANAN
Pemilik / Manajer Rp. 1.000.000 – Rp. 5. 000.000
Karyawan :
Ani Rp. 500.000 – Rp. 700.000
Tami Rp. 500.000 – Rp. 700.000
Umi Rp. 500.000 – Rp. 700.000
Ima Rp. 500.000 – Rp. 700.000
Adi Rp. 500.000 – Rp. 700.000
Doni Rp. 500.000 – Rp. 700.000

4. Ijin usaha dan sertifikat yang akan diminta :

JENIS IJIN USAHA / SERTIFIKAT PERKIRAAN BIAYA
SIUP Rp. 1.000.000
SITU Rp. 1. 500.000
NPWP Rp. 1.000.000


5. Ijin usaha dan sertifikat yang akan diminta :

JENIS TANGGUNGJAWAB PERKIRAAN BIAYA
Asuransi kesehatan Rp. 50.000
T H R Rp. 50% dari gaji per bulan
Uang lembur Rp. 5.000 / jam

F. Aset Tetap ( fixed Assets )
1. Alat kerja dan peralatan
Berdasarkan perkiraan penjualan dan kapasitas produksi 100% maka perusahaan akan memerlukan alat kerja dan peralatan sebagai berikut :
DESKRIPSI
( URAIAN ) JUMLAH YANG DIPERLUKAN HARGA SATUAN JUMLAH BIAYA
Oven 2 buah Rp. 5.000.000 Rp. 10.000.000
Mixer 3 buah Rp. 500.000 Rp. 1.500.000
Kompor 3 buah Rp. 2.000.000 Rp. 6.000.000

NAMA PEMASOK ALAMAT TELEPON / FAX
--- --- ---

2. Kendaraan yang diperlukan oleh perusahaan
Berdasarkan kebutuhan transportasi dan pemasaran maka diperlukan kendaraan sebagai berikut :
DESKRIPSI
( URAIAN ) JUMLAH YANG DIPERLUKAN HARGA SATUAN JUMLAH BIAYA
Mobil 1 buah Rp. 30.000.000 Rp. 30.000.000
Motor 1 buah Rp. 13.000.000 Rp. 13.000.000

NAMA PEMASOK ALAMAT TELEPON / FAX
--- --- ---



3. Perabot dan peralatan kantor
Kantor perusahaan akan memerlukan perabot dan peralatan sebagai berikut :
DESKRIPSI
( URAIAN ) JUMLAH YANG DIPERLUKAN HARGA SATUAN JUMLAH BIAYA
Computer 1 buah Rp. 500.000 Rp. 500.000
Sreples 3 buah Rp. 100.000 Rp. 300.000
Etalase 3 buah Rp. 3.000.000 Rp. 9.000.000
Meja 1 buah Rp. 500.000 Rp. 500.000
Kursi 1 buah Rp. 500.000 Rp. 500.000
Gunting 3 buah Rp. 15.000 Rp. 45.000

NAMA PEMASOK ALAMAT TELEPON / FAX
--- --- ---

4. Ringkasan asset tetap ( fixed assets ) dan persyaratan
DESKRIPSI
( URAIAN ) NILAI PENYUSUTAN PER TAHUN
Alat kerja dan peralatan Rp. 17.500.000 Rp. 17.500.000 / 12 = Rp. 1.458.333
Kendaraan Rp. 33.000.000 Rp. 33.000.000 / 12 = Rp. 2.750.000
Perabot dan peralatan kantor Rp. 4.615.000 Rp. 4.615.000 / 12 = Rp. 384.583
Gedung untuk penjual eceran -
Gedung untuk pabrik -
Lahan -
Jumlah -







G. Prediksi Pendapatan penjualan
PRODUK YANG TERJUAL KETERANGAN BULAN
1 2 3 4 5

BOLU GULUNG Jumlah yang terjual 300 410 600 700 700
Harga rata – rata per jenis produk 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000
Nilai penjualan per bulan 3.600.000 4.920.000 7.200.000 8.400.000 8.400.000

C A K E Jumlah yang terjual 450 600 700 700 700
Harga rata – rata per jenis produk 14.400 14.400 14.400 14.400 14.400
Nilai penjualan per bulan 6.480.000 8.640.000 10.080.000 10.080.000 10.080.000

3


4


5


6


7


8


JUMLAH JUMLAH PENJUALAN 750 1.010 1.300 1.400 1.400
NLAI PENJUALAN 10.080.000 13.560.000 17.280.000 18.480.000 18.480.000















BULAN
JUMLAH
6 7 8 9 10 11 12
730 750 700 800 600 900 800
12.000 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000 12.000
8.760.000 9.000.000 9.000.000 9.600.000 7.200.000 10.800.000 9.600.000
650 675 700 800 700 600 700
14.400 14.400 14.400 14.400 14.400 14.400 14.400
9.360.000 9.720.000 10.080.000 11.520.000 10.080.000 8.640.000 10.080.000


















1.380 1.425 1.400 1.600 1.300 1.500 1.500
18.120.000 18.720.000 19.080.000 21.120.000 17.280.000 19.440.000 19.440.000


















































H. Rencana Penjualan dan Rencana Biaya

KETERANGAN BULAN
1 2 3 4 5
A. Pendapatan penjualan 10.080.000 13.560.00 17.280.00 18.480.000 18.480.000
B. Biaya operasional
Gaji pemilik perusahaan 3.000.000 3.000.000 3.000.000 4.000.000 4.000.000
Gaji karyawan 2.000.000 2.000.000 3.000.000 3.600.000 3.600.000
Listrik 300.000 400.000 500.000 600.000 600.000
Telepon 150.000 200.000 500.000 500.000 500.000
Perawatan dan perbaikan 130.000 200.000 500.000 500.000 500.000
Pembelian bahan baku, sebutkan
Tepung, gula, telur 1.500.000 3.000.000 3.500.000 4.500.000 4.500.000
Pengeluaran lain
C. Jumlah biaya operasional 7.080.000 8.800.000 10.700.000 13.350.000 13.500.000
KEUNTUNGAN BERSIH
( SEBELUM PAJAK ) 96.000.000 – 66.880.000 = 29.120.000
PERKIRAAN KEUNTUNGAN BERSIH ( SETELAH PAJAK ) 15/100 X 29.120.000





























BULAN
JUMLAH
6 7 8 9 10 11 12
96.000.000

21.000.000
20.800.000


2.950.000
1.400.000
2.350.000




21.500.000

13.450000 66.880.000
4.368.000 29.120.000
29.120.000 – 4.368.000 24.752.000




























































I. Rencana Cash Flow ( Arus Uang )

KETERANGAN BULAN
1 2 3 4 5
Uang masuk 10.000.000 14.500.000 22.260.000 32.340.000 41.970.000
Uang tunai awal 10.080.000 13.560.000 17.280.000 18.480.000 18.480.000
Penjualan tunai
Pemasukan dari penjualan kredit
Pinjaman
Pemasukan lainnya
(A) Jumlah uang masuk 20.080.000 28.060.000 39.540.000 50.820.000 60.450.000
Uang keluar
Untuk belanja, sebutkan
Pembayaran pembelian kredit
Gaji pemilik usaha 3.000.000 3.000.000 3.000.000 4.000.000 4.000.000
Gaji karyawan 2.000.000 2.000.000 3.000.000 3.600.000 3.600.000
Sewa 300.000 400.000 500.000 600.000 600.000
Pemasaran 150.000 200.000 500.000 500.000 500.000
Listrik 130.000 200.000 500.000 500.000 500.000
Telepon
Perawatan dan perbaikan
Penyusutan
Bunga pinjaman
Pembayaran pinjaman pokok
Asuransi
Ijin usaha
Peralatan
Lain – lain, sebutkan
(B) Jumlah uang keluar 5.580.000 5.800.000 7.200.000 8.850.000 8.900.000
Jumlah akhir bulan (A) – (B) 20.080.000 –
5.580.000
= 14.400.000 28.060.000 –
5.800.000
=
22.260.000 39.540.000 –
7.200.000
=
32.340.000 50.820.000 –
8.850.000
=
41.970.000 60.450.000 –
8.900.000
=
51.550.000



























































BULAN
JUMLAH
6 7 8 9 10 11 12

51.550.000
18.120.000



69.670.000


4.000.000
3.600.000


550.000
300.000
500.000






8.850.000
69.670.000 –
8.850.000
= 60.820.000