Halaman

Jumat, 26 Februari 2010

PENYEHATAN SMA MA'ARIF AJIBARANG

Perkembangan pendidikan dewasa ini telah mengalami berbagai persoalan yang menjerat sekolah baik yang berasal dari internal maupun eksternal. SMA Ma'arif NU I Ajibarang adalah salah satu yang masuk dalam kategori bermasalah.

Lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan MWC NU Ajibarang ini telah mengalamu degradasi yang cukup serius.

Dalam rangka meningkatkan daya kreatifitas dan kemandirian serta inovasi peserta didik, SMK Ma'arif NU I Ajibarang mengubah pola peringataan Maulid Nabi Muhammad SAW yang selama ini selalu tersentral, diselenggarakan dengan model per kelas. Peserta didik beserta wali kelas diberikan kebebasan untuk mengkreasikan peringatan tersebut dengan berbagai ide yang mandiri. Hal ini dimaksudkan agar terjadi kemandirian dan timbulnya kreatisfitas

Rabu, 24 Februari 2010

15 Warga Tipar Kidul Terserang Cacar Air

Suara Merdeka,

BANYUMAS- Setelah Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Banyumas menjadi korban banjir dan tanah longsor, sekarang giliran desa tersebut terkena wabah penyakit cacar air.

Sebanyak 15 penduduk Desa Tipar Kidul RT 2/9, dilaporkan sudah diidentifikasi terserang wabah itu. Sebagian besar korbannya terdiri dari anak-anak usia antara 1,5 dan 13 tahun, di antaranya penduduk dewasa. Dikhawatirkan, wabah ini akan semakin ber kembang bila tidak ditangani serius.

Penyakit menular ini diketahui mulai menyerang warga sejak Selasa (12/11) lalu. Akibatnya, 12 warga harus dirawat walaupun tidak secara khusus. Dalam perkembangannya, sehari kemudian atau Rabu (13/11), warga yang terserang bertambah tiga orang.

Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan (Kasubdin PP Yankes) Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Banyumas drg Khalid Khan MKes, mengakui adanya peningkatan penyakit cacar air itu.

Dia menjelaskan, sebelumnya ada laporan dari Kepala Puskesmas Ajibarang I dan tembusan laporan dari Siswojo, anggota DPRD Banyumas, bahwa telah terjadi peningkatan wabah cacar air di Desa Tipar Kidul.

Diduga Campak

Begitu mendapat laporan, Tim DKKS dan Puskesmas Ajibarang I terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. ''Rabu lalu laporan masuk dan pada awalnya ada dugaan wabah campak. Setelah diadakan penyelidikan wabah itu ternyata cacar air.''

DKKS sudah melakukan koordinasi dengan sektor terkait untuk penanganannya. Antara lain, melakukan pencarian penderita baru dan memastikan diagnosis penyakit. Diikuti kegiatan penangguangan dan pengobatan serta pelaporan serta pemantauan perkembangannya. ''Kami sudah melakukan pengobatan massal secara cuma-cuma di desa tersebut.''

Saat ini DKKS terus melakukan penyuluhan soal gizi. Sebab, penyakit cacar air tidak bisa dilepaskan dari pengaruh gizi buruk yang dialami korban. Penderita anak usia sekolah yang masih sakit, disarankan tidak masuk sekolah.

Bupati Banyumas HM Aris Setiono SH SIP sudah mengingatkan, agar masyarakat selalu waspada terhadap timbulnya wabah penyakit. Terutama, saat memasuki musim hujan. Diharapkan, warga memberi laporan bila terjadi tanda-tanda berkembangnya penyakit tertentu.

''Di Banyumas, rentan terhadap timbulnya wabah penyakit. Seperti malaria, demam berdarah, dan cacar air.'' (G17-68)

Ajibarang-Gumelar Terancam Putus

Sumber Suara Merdeka

BANYUMAS-Longsor di ruas Jalan Ajibarang-Gumelar semakin parah, badan jalan hanya tersisa 1,5 meter. Longsor yang membuat ruas jalan penghubung di Desa Kracak semakin parah. Hal itu karena longsor semakin menggerus badan jalan, sehingga jalan tersebut kini terancam putus.

Menurut Kepala Desa Kracak Amir Atmaja, upaya perbaikan sebenarnya berulangkali dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Binamarga Banyumas. Namun demikian perbaikan yang dilakukan belum bisa mengatasi longsor yang terjadi pada ruas jalan tersebut.

"Respon Dinas sebenarnya sangat cepat dalam memperbaiki jalan tersebut, namun sepertinya upaya perbaikan yang dilakukan belum tepat," ucapnya.

Saat ini ruas jalan yang longsor kedalamannya sudah mencapai 10 meter. Longsoran masih bisa melebar, sebab hujan masih sering mengguyur wilayah tersebut. Oleh sebab itu pengendara yang melintas diminta untuk lebih berhati-hati.

"Jika longsor menggerus ruas jalan 25 sentimeter lagi, maka jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda 4," katanya.

Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Binamarga, Mayangkoro mengatakan sedang melakukan pengkajian untuk menangani longsor yang terjadi. Pengkajian yang mendalam dibutuhkan agar diperoleh cara penanganan longsor yang tepat.

Berdasarkan pantauan, kini badan jalan yang tersisa hanya sekitar 1,5 meter, adapun kedalaman longsor mencapai 10 meter dan panjang jalan yang longsor sekitar 12 meter. Untuk memperingatkan para pengguna jalan, dipasang rambu peringatan di sekitar ruas jalan yang longsor.

Amir mengharapkan agar perbaikan jalan dengan metode yang tepat bisa segera dilakukan, agar transportasi bisa berjalan lancar. Sebab jalan tersebut menurutnya merupakan sarana transportasi penting bagi warga Ajibarang dan Gumelar. (K17-29)

Senin, 22 Februari 2010

FOTO KENANGAN KE MAKAM GUS DUR
















Inilah motor penggerak MWC NU Kecamatan Ajibarang. Pandang baik- baik gaya mereka ! Membentak, layaknya komandan dengan tangan siap menghardik, kondektur, dan yang terakhir layak seperti guru yang memberi petuah !

BENDUNG TAJUM


Inilah salah satu sudut pemandangan dari Bendung Tajun yang diresmikan oleh Presiden Soeharto yang terletak di Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Banyumas

Minggu, 21 Februari 2010

MEMPERINGATI 40 HARI MENINGGALNYA GUS DUR


Dalam rangka memperingati 40 hari meninggalnya Gus Dur, MWC NU Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan ziarah ke makam Gus Dur dan beberapa Wali Sanga yang ada diwilayah Jawa Timur. Rombongan juga menyempatkan masuk wilayah Madura untuk berziarah sekaligus untuk melihat hasil karya anak bangsa yang prestisius yaitu jembatan Suramadu.

Rombongan dipimpin oleh Ketua Tanfidziah MWC NU Kecamatan Ajibarang , Amruddin Ma'aruf. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendo'akan Gus Dur dan untuk menambah wawasan warga NU Ajibarang